Raja-Raja Mataram

Ketika Setengah Juta Manusia Mengiringi Pemakaman Sri Sultan HB IX

TIGA abad yang lalu, gunung bergemuruh ketika Sultan Agung mangkat. Babad Tanah Jawi mencatat itu. Pekan lalu, Sultan Hamengku Buwono IX wafat, dan tak ada gemuruh gunung dan tak ada gempa. Yang ada gemuruh lain: ratusan ribu manusia membanjir berbelasungkawa, sejak jenazah tiba dari Jakarta sampai dengan tubuh itu diiringkan dengan kereta berkuda ke bukit-bukit kering di Imogiri. Continue reading “Ketika Setengah Juta Manusia Mengiringi Pemakaman Sri Sultan HB IX”

Iklan
Raja-Raja Mataram

Sejarah: Sebelum HB X di Mahkotai Pada tahun 1988

PERTANYAAN besar setelah kepergian Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Siapakah yang menggantikannya di keraton? Banyak orang yang menyebut K.G.P.H. Mangkubumi, 42 tahun, anak urutan kelima dari 22 putra-putri Sultan, dan lelaki yang tertua. “Putra paling tualah yang berhak menggantikan Hamengku Buwono IX,” kata G.B.P.H. Poeroebojo, 82 tahun, kakak Hamengku Buwono IX. Namun, Mangkubumi sendiri tidak dapat memastikan apakah ia bakal terpilih sebagai Hamengku Buwono X. Continue reading “Sejarah: Sebelum HB X di Mahkotai Pada tahun 1988”

Raja-Raja Mataram

Tanggapan Aryadi Noersaid penulis Kisah Nyata: Ketika Sri Sultan HB IX terkena tilang di Pekalongan

Ini pengalaman menarik ketika saya membuat sebuah tulisan mengenai apa yang diceritakan seseorang kepada saya . Tulisan ini menyangkut pengalaman nyata seseorang yang lama tak saya temui dan meninggalnya pun saya tak sempat mengantarnya keperistirahatan terakhir, yaitu antara Sultan Hamengkubuwono IX dengan Seorang Polisi Pekalongan . Continue reading “Tanggapan Aryadi Noersaid penulis Kisah Nyata: Ketika Sri Sultan HB IX terkena tilang di Pekalongan”

Raja-Raja Mataram

Kisah Nyata: Ketika Sri Sultan HB IX terkena tilang di Pekalongan

Kota batik Pekalongan di pertengahan tahun 1960an menyambut fajar dengan kabut tipis , pukul setengah enam pagi polisi muda Royadin yang belum genap seminggu mendapatkan kenaikan pangkat dari agen polisi kepala menjadi brigadir polisi sudah berdiri di tepi posnya di kawasan Soko dengan gagahnya. Kudapan nasi megono khas pekalongan pagi itu menyegarkan tubuhnya yang gagah berbalut seragam polisi dengan pangkat brigadir. Continue reading “Kisah Nyata: Ketika Sri Sultan HB IX terkena tilang di Pekalongan”

Raja-Raja Mataram

Umbul Pacetokan Cikal Bakal Kraton Jogja Masih Ada!!

Ya memang benar..sumber air atau pacetokan yang sebelumya merupakan rawa pabringan tempat wahyu keraton Yogyakarta Hadiningrat jatuh saat ini masih ada. Saat ini sumber mata air tersebut terletak di parkir selatan jalan pasar beringharjo. [More…]

Saat ini sumber air tersebut masih mengeluarkan air dan ditutup agar terjaga kebersihanya. Pada saat itu sebelum keraton jogja dibangun, kondisi sekitar masih berupa rawa rawa yang ditumbuhi pohon Pring.

Saat Sultan I mendapat bisikan bahwa wahyu Mataran telah “oncat” dari kasunanan solo, Pangeran Mangkubumi mulai menata dan membangun umbul pacetokan sampai generasi Sultan HB X saat ini.

Raja-Raja Mataram

Panembahan Senopati

Danang Sutawijaya (lahir: ? – wafat: Jenar, 1601) adalah pendiri Kesultanan Mataram yang memerintah sebagai raja pertama pada tahun 1587-1601, bergelar Panembahan Senopati ing Alaga Sayidin Panatagama Khalifatullah Tanah Jawa. Tokoh ini dianggap sebagai peletak dasar-dasar Kesultanan Mataram. Riwayat hidupnya banyak digali dari kisah-kisah tradisional, misalnya naskah-naskah babad karangan para ujangga zaman berikutnya. Continue reading “Panembahan Senopati”