Wafatnya Sri Sultan HB IX: Pelangi putih di atas imogiri

TEPAT pukul 08.30 buka gending berupa pukulan kendang/beduk berbunyi. Lalu gending Monggang dari gamelan Kiai Guntur Laut pun mulai mengalun. Iramanya kedengaran seperti meratap, menyayat sepi. Tanpa didahului pidato atau pengumuman sepatah kata pun, 14 prajurit Kopassus yang berbaret merah, berseragam loreng, pelan-pelan mengangkat jenazah Sultan Hamengku Buwono IX, yang sejak Jumat, sehari sebelumnya, disemayamkan…

Ketika Setengah Juta Manusia Mengiringi Pemakaman Sri Sultan HB IX

TIGA abad yang lalu, gunung bergemuruh ketika Sultan Agung mangkat. Babad Tanah Jawi mencatat itu. Pekan lalu, Sultan Hamengku Buwono IX wafat, dan tak ada gemuruh gunung dan tak ada gempa. Yang ada gemuruh lain: ratusan ribu manusia membanjir berbelasungkawa, sejak jenazah tiba dari Jakarta sampai dengan tubuh itu diiringkan dengan kereta berkuda ke bukit-bukit…

Sejarah: Sebelum HB X di Mahkotai Pada tahun 1988

PERTANYAAN besar setelah kepergian Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Siapakah yang menggantikannya di keraton? Banyak orang yang menyebut K.G.P.H. Mangkubumi, 42 tahun, anak urutan kelima dari 22 putra-putri Sultan, dan lelaki yang tertua. “Putra paling tualah yang berhak menggantikan Hamengku Buwono IX,” kata G.B.P.H. Poeroebojo, 82 tahun, kakak Hamengku Buwono IX. Namun, Mangkubumi sendiri tidak…

Kisah Nyata: Ketika Sri Sultan HB IX terkena tilang di Pekalongan

Kota batik Pekalongan di pertengahan tahun 1960an menyambut fajar dengan kabut tipis , pukul setengah enam pagi polisi muda Royadin yang belum genap seminggu mendapatkan kenaikan pangkat dari agen polisi kepala menjadi brigadir polisi sudah berdiri di tepi posnya di kawasan Soko dengan gagahnya. Kudapan nasi megono khas pekalongan pagi itu menyegarkan tubuhnya yang gagah…

Siapa Calon Pewaris Tahta Kraton Jogja

Suksesi atau penobatan pemimpin tertinggi sebuah kerajaan memang menarik apalagi Kraton Jogja adalah salah satu kerajaan yang masih menjalankan pemerintahanya secara lengkap. Pemimpin tertinggi di bawah Kendali Sri Sultann Hamengku Buwono.