Kawasan Njeron Beteng Kraton Yogyakarta

Dahulu daerah ini adalah area yang dipagari dengan tembok istana yang mengelilingi kraton agung atau pusat istana. Saat ini secara administratif kawasan njeron beteng menjadi satu kecamatan yakni Kecamatan Kraton. Sebagai kawasan elit pada jamanya tempat ini menjadi impiasn masyarakan untuk bisa tinggal di dalam njeron beteng. Kini sejalan dengan waktu kawasan ini berubah menjadi pemukiman…

Plengkung Nirbaya : Di Sini Ilmu Hitam Dilarang Masuk!!!

Plengkung Nirbaya atau lebih dikenal dengan atau Plengkung Gading terletak di sebelah selatan Alun-alun Selatan. Secara arti Nirbaya berasal dari kata “nir” yang artinya tidak ada, dan kata “baya” yang berarti bahaya. Sehingga  plengkung ini memiliki filosofi bahwa menghilangkan atau tidak ada bahaya yang mengancam. Dahulu gerbang ini mempunyai pintu gerbang dari kayu yang tebal….

Plengkung Wijilan: Selangkah dari Gudeg Wijilan

Pelengkung Wijilan merupakan salah satu gerbang masuk Kraton Yogyakarta yang sampai saat ini masih dapat kita temui. Sampai saat inipun Plengkung Wijilan masih berfungsi sebagi lalu lintas keluar masuk “Njeron Beteng”. Plengkung ini bernama asli Plengkung Tarunasura, hanya karena lokasinya yang berada di daerah Wijilan sering disebut sebagai Plengkung Wijilan.

Masih Tentang Kraton Yogyakarta

Kraton Yogyakarta: Seakan tiada habisnya kalau berbicara mengenai Kraton Yogyakarta. Layaknya sebuah magnet yang selalu menjadi episentrum  kebudayaan dan peradaban. Kasultanan yang dibangun pada 1775 ini sampai sekarang tetap lestari. Jalannya pemerintahan yang ada sekarang masih dijalankan oleh seorang Sultan. Dari generasi ke generasi, Sultan menjaga budaya jawa agar tetap lestasi dan berkembang.

Bintang Pusaka Kraton Yogyakarta

Pada setiap Sultan disematkan bintang pusaka di dada sebagai bukti pewaris Kerajaan Mataram. Bintang  pusaka ini pertama kali dipakai Sultan HB IV. Terbuat dari intan putih berkelip berlatar belakang logo Kraton Yogyakarta dalam huruf jawa yang berbunyo Ho Bo (Hamengku Buwono). Hanya Raja yang boleh mengenakan bintang pusaka tersebut.