Manuk Emprit Goreng Tembi Rumah Budaya


Belum lama ini sempat ada kegiatan di Rumah Budaya Tembi yang terletak di daerah Desa Wisata Tembi Bantul. Tempatnya nyaman dan santai ditemani hembusan udara sawah. Rumah budaya ini dikhususkan untuk aktivitas budaya. Teradpat juga museum serta akomodasi hotel yang unik. Kamar kamar dibuat dari rumah tradisional asli yang di datangkan dari berbagai daerah di Jawa. Masing masing rumah tersebut dinamai dengan asal rumah tersebut.

Manuk emprit goreng
Manuk emprit goreng

Nah yang ingin saya angkat di sini adalah menu unik yang ada di Waroeng Dhahar Pulosegaran. Bahan nya tidak biasa dan jarang ditemui. Yakni Manuk Emprit atau Burung Pipit. Burung ini adalah burung kecil yang sering memkan padi disawah. Oleh chefnya, burung kecil tersebut dibuat menjadi menu makanan yang lain daripada yang lain.

Menu Manuk Emprit
Saya tertaruk untuk memesan Manuk Emprit Goreng. Walaupun juga ada pilihan menu tongseng emprit, saya pingin mencoba olahan ini. Sambil menunggu saya pesen wedang uwoh khas Imogiri yang merupakan minuman dari berbagai rempah. Akhirnya datang juga pesanan saya. Satu piring berisi enam set emprit. Seperti burung dara goreng tapi lebih kecil. BIsa habis dalam dua kali gigit saja. Tidak ada rasa amis dalam masakan ini penanda chef mengolah bahan dengan bagus. Rasanya gurih dan menurut saya pribadi enak dan terasa cruncy. Oh iya selain emprit ada juga menu bajing yang dapat dinikmati dalam bentuk goreng ataupun tongseng juga. Kalau menu yang satu ini saya belum berani mencoba…masih belum nyali dengan kuliner ekstrim ini.

Serat Centini
Bukan tidak ada alasan menu manuk emprit diolah menjadi menu andalan tempat ini. Sebagai tempat yang mengkaji budaya jawa tempat ini menemukan bahwa di Surat Centini tentang kemanfaatan dari menu ini. Manuk emprit berkasiat untuk penyembuh asma. Sekadar informasi saja Serat Centhini adianggap sebagai ensiklopedi budaya jawa. Centini dibuat pada 1814 di Keraton Surakarta yang mempunyai halaman 6.000 lembar menceritakan pengembaraan Seh Amongraga ke pelosok Tanah Jawa.

Nah untuk anda yang ingin mencoba olahan manuk emprit bisa mengunjungi Rumah Budaya Tembi. UNtuk harga bisa dilihat dibawah. Oh iya harga mungkin bisa berubah ya…

Aneka Menu Khas

  • Tupai goreng, tupai cemeng bumbu pedas Rp. 70.000 (Isi 1 ekor)
  • Tongseng burung emprit, dan oseng-oseng burung emprit: Rp 29.000/porsi (Satu porsinya 5 ekor emprit)
  • Pepes tawes opak: Rp 14.400./porsi
  • Menu lain: sapi condrodimuko, wedhus gembel cemeng, sapi geseng, sapi condrodimuko, rawon lele, brongkos koyor.

minuman khas

  • Es wedang blimbing wuluh, es lumut, kunyit asem legi, kopi areng, wedang uwuh, rujakpolo, dll.

Snak

  • Tempe mendhoan, , pisang goreng gula arencarang gesing, tahu susur, dan lumpia pitik.

Waroeng Dhahar Pulosegaran
Komplek Rumah Budaya Tembi.
Jl. Parangtritis KM 8,6 km
Bantul, Yogyakarta.
Buka Pukul 10.00 s/d pukul 22.00 WIB

Iklan

Satu pemikiran pada “Manuk Emprit Goreng Tembi Rumah Budaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s