Tuk Sibeduk: Penginggalan Sunan Kalijaga


Memang Sunan Kalijaga tidak bisa dilepaskan dari sejarah penyebaran Islam di tanah jawa. Wali ini memang dikenal karena suka  perpetualang hingga pelosok. Pada saat itu pusat perintahan berada di Demak yang letaknya dipantai utara. Sedaangkan di daerah pedalaman  selatan jawa, banyak penduduk masih menganut agama lain atau percaya kejawen.

Sampailah Wali tersebut di daerah di barat Jogja saat ini. Ketika hendak Shalat Dhuhur Sunan kesulitan mencari air untuk wudhlu. Atas  karomah Allah sebagi seorang wali, sunan menacapkan tongkatnya. Setelah dicabut maka keluarlah mata air yang digunakan beliau untuk  berwudhlu. Karena kejadian tersebut terjadi waktu beduk (penanda shalat) Dhuhur maka setelah itu mata air dinamakan Tuk Si Beduk (Mata  air Si Beduk).

Sampai sekarang mata air tersebut masih lestari. Bahkan saat ini dilengkapi dengan Mushola dan telah di rehap menjadi banguna permanen.

Atraksi wisata
Untuk menguri uri jasa Sunan Kalijaga dalam menyebarkan ajaran Islam, masyarakat membuat sukuran merti desa yang dilaksanakan setahun  sekali.Upacara tersebut bernama Midang Desa. Seperti upacara merti desa lainnya, gunungan hasil bumi diperebutkan dalam acara tersebut.

Rangkaian kirap di awali dari Dusun Grogol. Dinamakan Grogol karena di dusun ini dicerikatan Sunan Kalijaga menyisir rambutnya dan  ternyata rambutnya Grogoli (berjatuhan). Didusun ini terdapat sebuah tempat pemidangan (bangunan penutup yang didalamnya ada tanah).  Pamidangan ini konon sebagi pertanda kesejahteraan masyarakat. Kalau menumpuk tinggi maka perkiraan rakyat akan sejahtera sedangkan  kalau menyususn maka dieprkirakaan kan terjadi kekurangan pangan di sekitarnya. Pamidangan dan tanah disekitanya saat ini masih  merupakan Sultan Ground.

Nah setelah start dari Pamidangan di Dusun Grogol, Gunungan yang biasanya adalah makanan Ccenil diarak menuju Tuk Siberduk melawati  jalan dipinggir Selokan Mataram. Setelah itu gunungan didoakan dan diperebutkan oleh masyarakat.

Sebagai tempat nenepi
Saat ini slain berfungsi sebagai tempat mandi bagi warga sekitar, tempat ini ternyata didatangi oleh orang yang ingin menyepi dan  memohon doa kepada Tuhan. Telihat beberapa sisa dupa didekat tuk si beduk.

Satu pemikiran pada “Tuk Sibeduk: Penginggalan Sunan Kalijaga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s