Selokan Mataram: Bukti Kejeniusan Sri Sultan HB IX


“Besok kalau Kali Opak dan Kali Progo bersatu, sejahteralah Ngayogyakarta”. Begitulah kepercayaan pada saat itu yang merupakan ramalan yang  dieprcaya turun temurun. Akhirnya hal tersebut menjadi kenyataan ketika Sri Sultan HB IX berhasil mebuat kanal irigasi yang  menghubuungkan Kali Progo di barat Yogyakarta berbatasan dengan Magelang dan Kali Opak di sebelah timur yang berbatasan dengan Klaten.
Daerah utara Jogja atau tepatnya Sleman yang sebelumnya tidak produktif, setelah saluran irigasi jadi akhirnya menjadi lumbung pangan di  Yogyakarta.

Pembanguna kanl ini sebenarnya adalah taktik HB IX untuk menghindari romusya dari penjajh Jepang. Sultan berhasil meyakinkan pemerintah  jepang pada saat itu jika nantinya kanal ini terbangun makan akan dapat membantu stok pangan pasukan Jepang yang saat itu sedang  berperang di Asia. Walaupun melibatkan rakyat banyak, akantetapi berbeda dengan romusya yang mengorbankan banyak orang, rakyat Jogja  yang berperanserta diperlakukan dengan baik. Jepang tidak campur tangan langsung. Karena pemerintah yang masih dipegang oleh Kraton yang  menjalankan proyek tersebut. Walaupun begitu, karena keredikan Sultan, biaya proyek tersebut dikelaurkan oleh pemerintah Jepang.  Sehingga pekerja mendapatkan gaji dan penghidupan dari bekerja di proyek tersebut. Sehingga Yogya terhindar dari penderitaan romusha.

Memang banyak liku liku pada proses pembuatan. Dari kerasnya tanah yang harus digali, kebutuhan membangun jembatan di atas sungai yang  melintang, hingga kolusi yang tanah. Ditempat kejadian penulis sendiri di daerah Kadipiro, Kecamatan Seyegan saat penggalian hampir  sampai. Terjadi jual beli dengan pengawas proyek dengan dukuh. Sehingga selokan yang seharusnya lurus harus berbelok. Sehingga kalau  dilihat Selokan Mataram tidak lurus. Tapi berbelok belok menurut kontur tanah dan kesepakatan dengan masyarakat yang bisa membeli  kebijakan pengawas proyek.

Tapi secar umum memang kemanfaan Selokan Mataram ini tidak bisa diragukan lagi. Daerah ini setelah terlewati irigasi yang berasat dari  selokan mataram menjadi produktif. Pada dalam setahun bisa dipanen dua kali. Daerah Moyudan adalah salah satunya. Kecamatan ini adalh  penyangga beras di Yogyakarta dan sekitarnya.

Selain itu ide brilian Sultan HB IX yang mewujudkan mitos menjadi kenyataan adalah satu langkah hebat.

Iklan

Satu pemikiran pada “Selokan Mataram: Bukti Kejeniusan Sri Sultan HB IX

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s