1 abad Sultan HB IX: Ribuan Orang Berziarah di Imogiri


1 abad Sultan HB IX: Ribuan Orang Berziarah di Imogiri, Pelataran Astono Sapto Renggo di Komplek Makam Raja Yogyakarta di Pajimatan Imogiri Bantul penuh sesak  oleh masyarakat. Mereka menggunakan pakaian adat Jawa lengkap dengan membawa beberapa perlengkapan ziarah. Banyaknya warga yang hadir membuat karpet hijau yang menghampar di pelataran itupun tidak cukup untuk duduk. Rabu (12/4) malam, ribuan orang dari berbagai elemen di Yogyakarta  terlibat langsung  dalam ziarah  dan tahlil mengenang   Seabad  Sultan Hamengku Buwono IX. Mereka datang tidak sekedar mengenang  perjuangan Sultan Hamengku Buwono IX semasa hidupnya.  Namun sebisa menggali mungkin meneladani tekad dan semangat  mendiang Sultan Hamengku Buwono  IX dalam berjuang untuk bangsa dan negara ini.

Selama ini semangat dan ketulusan sosok  Sultan Hamengku Buwono IX seperti lenyap dari sendi kehidupan bangsa ini.  GBPH Joyokusomo di sela acara mengatakan, bangsa ini sudah banyak kehilangan  jati diri. Menurutnya semua  terjadi  lantaran kesalahan  pada  pembentukan ‘character building’ sejak awal.

“Kesalahan  pada pembangunan karakter itulah sebabnya, sehingga bangsa  Indonesia seperti ini,” ujarnya.

Sultan Hamengku Buwono IX pada tahun 1940 mengatakan, bahwa sejak kecil hingga dewasa  belajar dari Negara Barat. Namun dirinya merasa tetap orang Jawa dan tetap ingin bersama rakyat. “Tetapi saya tetap orang Jawa,” ujar GBPH Joyokusumo menirukan  perkataan Sultan Hamengku Buwono IX kala itu.

Tetapi  kata GBPH Joyokusomo, apakah sikap seperti itu masih ada. Menurutnya bangsa ini  membutuhkan figur seperti pemimpin yang tulus berjuang. Pernah pula  suatu ketika Sultan Hamengku Buwono  IX bertekad  ‘mengawinkan’ budaya   Barat dan Timur tanpa ada yang  tersingkirkan. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk pemikiran Sultan Hamengku Buwono IX atas perkembangan zaman namun tetap dalam identitas orang Jawa.

Menilik fakta di lapangan saat ini, menurut GBPH Joyokusumo rasanya  bangsa ini semakin meninggalkan juah sikap
dan semangat Sultan Hamengku Buwono IX sebagai sosok pahlawan bagi negara ini.

“Yang perlu ditiru ialah berjuang dengan tulus ikhlas sebagai bangsa dan untuk  Negara ini,” jelasnya. GBPH Joyokusumo menegaskan keadaan ini harus diperbaiki mulai dari tingkat dasar. Karena kesalahan  dalam membangun karater terjadi dari tingkat paling dasar.

Dalam ziarah tersebut juga dihadiri kerabat Keraton Yogyakarta,  GBPH Prabukusumo,  GKR Pembayun, Wakil Bupati Bantul Drs Sumarno PRS, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Kota Yogya serta Provinsi DIY Sumber: http://krjogja.com

Penulis: jogjakini

Suka Traveling dan Jalan Jalan melihat hal baru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s