Kisah Nyata: Ketika Sri Sultan HB IX terkena tilang di Pekalongan


Kota batik Pekalongan di pertengahan tahun 1960an menyambut fajar dengan kabut tipis , pukul setengah enam pagi polisi muda Royadin yang belum genap seminggu mendapatkan kenaikan pangkat dari agen polisi kepala menjadi brigadir polisi sudah berdiri di tepi posnya di kawasan Soko dengan gagahnya. Kudapan nasi megono khas pekalongan pagi itu menyegarkan tubuhnya yang gagah berbalut seragam polisi dengan pangkat brigadir.

Becak dan delman amat dominan masa itu , persimpangan Soko mulai riuh dengan bunyi kalung kuda yang terangguk angguk mengikuti ayunan cemeti sang kusir. Dari arah selatan dan membelok ke barat sebuah sedan hitam ber plat AB melaju dari arah yang berlawanan dengan arus becak dan delman . Brigadir Royadin memandang dari kejauhan ,sementara sedan hitam itu melaju perlahan menuju kearahnya. Dengan sigap ia menyeberang jalan ditepi posnya, ayunan tangan kedepan dengan posisi membentuk sudut Sembilan puluh derajat menghentikan laju sedan hitam itu. Sebuah sedan tahun lima puluhan yang amat jarang berlalu di jalanan pekalongan berhenti dihadapannya.

Saat mobil menepi , brigadir Royadin menghampiri sisi kanan pengemudi dan memberi hormat.

“Selamat pagi!” Brigadir Royadin memberi hormat dengan sikap sempurna . “Boleh ditunjukan rebuwes!” Ia meminta surat surat mobil berikut surat ijin mengemudi kepada lelaki di balik kaca , jaman itu surat mobil masih diistilahkan rebuwes.

Perlahan , pria berusia sekitar setengah abad menurunkan kaca samping secara penuh.

“Ada apa pak polisi ?” Tanya pria itu. Brigadir Royadin tersentak kaget , ia mengenali siapa pria itu . “Ya Allah…sinuwun!” kejutnya dalam hati . Gugup bukan main namun itu hanya berlangsung sedetik , naluri polisinya tetap menopang tubuh gagahnya dalam sikap sempurna.

“Bapak melangar verbodden , tidak boleh lewat sini, ini satu arah !” Ia memandangi pria itu yang tak lain adalah Sultan Jogja, Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Dirinya tak habis pikir , orang sebesar sultan HB IX mengendarai sendiri mobilnya dari jogja ke pekalongan yang jauhnya cukup lumayan., entah tujuannya kemana.

Setelah melihat rebuwes , Brigadir Royadin mempersilahkan Sri Sultan untuk mengecek tanda larangan verboden di ujung jalan , namun sultan menolak.

“ Ya ..saya salah , kamu benar , saya pasti salah !” Sinuwun turun dari sedannya dan menghampiri Brigadir Royadin yang tetap menggengam rebuwes tanpa tahu harus berbuat apa.

“ Jadi…?” Sinuwun bertanya , pertanyaan yang singkat namun sulit bagi brigadir Royadin menjawabnya .

“Em..emm ..bapak saya tilang , mohon maaf!” Brigadir Royadin heran , sinuwun tak kunjung menggunakan kekuasaannya untuk paling tidak bernegosiasi dengannya, jangankan begitu , mengenalkan dirinya sebagai pejabat Negara dan Rajapun beliau tidak melakukannya.

“Baik..brigadir , kamu buatkan surat itu , nanti saya ikuti aturannya, saya harus segera ke Tegal !” Sinuwun meminta brigadir Royadin untuk segera membuatkan surat tilang. Dengan tangan bergetar ia membuatkan surat tilang, ingin rasanya tidak memberikan surat itu tapi tidak tahu kenapa ia sebagai polisi tidak boleh memandang beda pelanggar kesalahan yang terjadi di depan hidungnya. Yang paling membuatnya sedikit tenang adalah tidak sepatah katapun yang keluar dari mulut sinuwun menyebutkan bahwa dia berhak mendapatkan dispensasi. “Sungguh orang yang besar…!” begitu gumamnya.

Surat tilang berpindah tangan , rebuwes saat itu dalam genggamannya dan ia menghormat pada sinuwun sebelum sinuwun kembali memacu Sedan hitamnya menuju ke arah barat, Tegal.

Beberapa menit sinuwun melintas di depan stasiun pekalongan, brigadir royadin menyadari kebodohannya, kekakuannya dan segala macam pikiran berkecamuk. Ingin ia memacu sepeda ontelnya mengejar Sedan hitam itu tapi manalah mungkin. Nasi sudah menjadi bubur dan ketetapan hatinya untuk tetap menegakkan peraturan pada siapapun berhasil menghibur dirinya.

Saat aplusan di sore hari dan kembali ke markas , Ia menyerahkan rebuwes kepada petugas jaga untuk diproses hukum lebih lanjut.,Ialu kembali kerumah dengan sepeda abu abu tuanya.

Saat apel pagi esok harinya , suara amarah meledak di markas polisi pekalongan , nama Royadin diteriakkan berkali kali dari ruang komisaris. Beberapa polisi tergopoh gopoh menghampirinya dan memintanya menghadap komisaris polisi selaku kepala kantor.

“Royadin , apa yang kamu lakukan ..sa’enake dewe ..ora mikir ..iki sing mbok tangkep sopo heh..ngawur..ngawur!” Komisaris mengumpat dalam bahasa jawa , ditangannya rebuwes milik sinuwun pindah dari telapak kanan kekiri bolak balik.

“ Sekarang aku mau Tanya , kenapa kamu tidak lepas saja sinuwun..biarkan lewat, wong kamu tahu siapa dia , ngerti nggak kowe sopo sinuwun?” Komisaris tak menurunkan nada bicaranya.

“ Siap pak , beliau tidak bilang beliau itu siapa , beliau ngaku salah ..dan memang salah!” brigadir Royadin menjawab tegas.

“Ya tapi kan kamu mestinya ngerti siapa dia ..ojo kaku kaku , kok malah mbok tilang..ngawur ..jan ngawur….Ini bisa panjang , bisa sampai Menteri !” Derai komisaris. Saat itu kepala polisi dijabat oleh Menteri Kepolisian Negara.

Brigadir Royadin pasrah , apapun yang dia lakukan dasarnya adalah posisinya sebagai polisi , yang disumpah untuk menegakkan peraturan pada siapa saja ..memang Koppeg(keras kepala) kedengarannya.

Kepala polisi pekalongan berusaha mencari tahu dimana gerangan sinuwun , masih di Tegalkah atau tempat lain? Tujuannya cuma satu , mengembalikan rebuwes. Namun tidak seperti saat ini yang demikian mudahnya bertukar kabar , keberadaa sinuwun tak kunjung diketahui hingga beberapa hari. Pada akhirnya kepala polisi pekalongan mengutus beberapa petugas ke Jogja untuk mengembalikan rebuwes tanpa mengikut sertakan Brigadir Royadin.

Usai mendapat marah , Brigadir Royadin bertugas seperti biasa , satu minggu setelah kejadian penilangan, banyak teman temannya yang mentertawakan bahkan ada isu yang ia dengar dirinya akan dimutasi ke pinggiran kota pekalongan selatan.

Suatu sore , saat belum habis jam dinas , seorang kurir datang menghampirinya di persimpangan soko yang memintanya untuk segera kembali ke kantor. Sesampai di kantor beberapa polisi menggiringnya keruang komisaris yang saat itu tengah menggengam selembar surat.

“Royadin….minggu depan kamu diminta pindah !” lemas tubuh Royadin , ia membayangkan harus menempuh jalan menanjak dipinggir kota pekalongan setiap hari , karena mutasi ini, karena ketegasan sikapnya dipersimpangan soko .

“ Siap pak !” Royadin menjawab datar.

“Bersama keluargamu semua, dibawa!” pernyataan komisaris mengejutkan , untuk apa bawa keluarga ketepi pekalongan selatan , ini hanya merepotkan diri saja.

“Saya sanggup setiap hari pakai sepeda pak komandan, semua keluarga biar tetap di rumah sekarang !” Brigadir Royadin menawar.

“Ngawur…Kamu sanggup bersepeda pekalongan – Jogja ? pindahmu itu ke jogja bukan disini, sinuwun yang minta kamu pindah tugas kesana , pangkatmu mau dinaikkan satu tingkat.!” Cetus pak komisaris , disodorkan surat yang ada digengamannya kepada brigadir Royadin.

Surat itu berisi permintaan bertuliskan tangan yang intinya : “ Mohon dipindahkan brigadir Royadin ke Jogja , sebagai polisi yang tegas saya selaku pemimpin Jogjakarta akan menempatkannya di wilayah Jogjakarta bersama keluarganya dengan meminta kepolisian untuk menaikkan pangkatnya satu tingkat.” Ditanda tangani sri sultan hamengkubuwono IX.

Tangan brigadir Royadin bergetar , namun ia segera menemukan jawabannya. Ia tak sangup menolak permntaan orang besar seperti sultan HB IX namun dia juga harus mempertimbangkan seluruh hidupnya di kota pekalongan .Ia cinta pekalongan dan tak ingin meninggalkan kota ini .

“ Mohon bapak sampaikan ke sinuwun , saya berterima kasih, saya tidak bisa pindah dari pekalongan , ini tanah kelahiran saya , rumah saya . Sampaikan hormat saya pada beliau ,dan sampaikan permintaan maaf saya pada beliau atas kelancangan saya !” Brigadir Royadin bergetar , ia tak memahami betapa luasnya hati sinuwun Sultan HB IX , Amarah hanya diperolehnya dari sang komisaris namun penghargaan tinggi justru datang dari orang yang menjadi korban ketegasannya.

July 2010 , saat saya mendengar kepergian purnawirawan polisi Royadin kepada sang khalik dari keluarga dipekalongan , saya tak memilki waktu cukup untuk menghantar kepergiannya . Suaranya yang lirih saat mendekati akhir hayat masih saja mengiangkan cerita kebanggaannya ini pada semua sanak family yang berkumpul. Ia pergi meninggalkan kesederhanaan perilaku dan prinsip kepada keturunannya , sekaligus kepada saya selaku keponakannya. Idealismenya di kepolisian Pekalongan tetap ia jaga sampai akhir masa baktinya , pangkatnya tak banyak bergeser terbelenggu idealisme yang selalu dipegangnya erat erat yaitu ketegasan dan kejujuran .

Hormat amat sangat kepadamu Pak Royadin, Sang Polisi sejati . Dan juga kepada pahlawan bangsa Sultan Hamengkubuwono IX yang keluasan hatinya melebihi wilayah negeri ini dari sabang sampai merauke.

Depok June 25′ 2011
Aryadi Noersaid

Update terakhir tentang penulis artikel: Bp Aryadi Noersaid saat ini tinggal di Depok, Saya sempat konfirmasi via SMS kepada penulis untuk memastikan dan meminta comment atau pernyataan dari beliau.

Setelah menunggu beberapa waktu saya mendapat respon dari Bp Aryadi Noersaid. Saya copy dari comment beliau. dan terima kasih pak respon kilatnya:

Aryadi Noersaid (aryadi17@yahoo.com)

Bapak ibu sekalian , surprise tulisan ini hadir setelah sekian bulan saya menulisnya, saya mendapatkan linknya melalui teman facebook. Cerita ini bagian dari catatan tepi yang saya terbitkan secara rutin di mils dan kompasiana , berupa pengalaman saya dan orang lain yang saya dapatkan dari sumbernya. Almarhum Pak Royadin adalah kakak ayah saya , beliau berpulang tahun lalu di rumah sederhananya di Proyonanggan di Batang,kota dekat pekalongan . Kisah ini selalu menghiasi hari saya kalau pulang ke kampung halaman orang tua. Meskipun tak persis detil demi detil percakapan yang diceritakan dari beliau tertulis didalam kisah ini , termasuk penggunaan bahasa jawa yang saya memang kurang menguasai untuk menuliskannya kembali serta tanggal dan tahun kejadian , namun beliau memang sangat memegang apa yang di omongkannya serta lurus dalam hidupnya , dan ini cerita masterpiece yang saya kenang selalu khususnya jika mengenang beliau .Terakhir bertemu beliau adalah ketika ia secara tiba tiba ke jakarta saat ayah saya tiada dan ia menyusul kemudian kembali kepada Allah SWT tanpa saya bisa menjenguknya. Semoga Allah menerima kanjeng sultan dan Pak Royadin di sisiNya.Amiin

Revisi dari Penelusuran Tribun Jogja:

Dari berita dari tribun joga yang juga mencari langsung ke narasumber resmi setelah kisah Sri Sultan Terkena Tilang dipekalongan. Ternyata Ngarsa Dalem ditilang di Semarang. Narasumber adalah Putera putri dari Bp Royadin. Berikut beritanya. baca selengkapnya di: https://jogjakini.wordpress.com/2012/04/12/sedikit-revisi-lokasi-kejadian-ketika-sri-sultan-hb-ix-terkena-tilang/

Baca Juga:

Penulis: jogjakini

Suka Traveling dan Jalan Jalan melihat hal baru

930 thoughts on “Kisah Nyata: Ketika Sri Sultan HB IX terkena tilang di Pekalongan”

    1. Walau saya orang Jogja tapi saya salut pada Polisi dari Pekalong seperti yang termuat di atas, begitu juga dg mantan Kapolri HUGENG dari kota yg sama, beliau tidak mau terima suap dan memilih disiplin dan hidup sesuai penghasilan seorang polisi, mereka amat langka di Indonesia ini, semoga para polisi sekarang membacanya dab mencontoh orang2 teladan ini, syukur lebih baik lagi, amiin.

  1. I’m very surprised & proud with Alm.Royadin.You are a real policeman in my hearth & other peoples.For Sri Sultan Hamengku Buwono IX is brave man & heros of this country.The sweety story for this moment.Best regard.Dewanta Aries Sandy

    1. kalau diliat dr namanya yg koment ini, indonesia bgt. Tp kok sok pake bhs inggris? Bangga jadi bangsa indonesia dimulai dgn bangga berbahasa indonesia. Apalg ini di forum berbahasa indonesia. Jgn sok kebarat2an

      1. Maaf bung machinco…. tuduhan sok kebarat2an ini yang membuat generasi kita mandeg, tidak bisa go Internasional. Kita lihat Negara Tetangga kita, mereka juga menggunakan bahasa Inggris dalam keseharian meski mereka memiliki bahasa nasional. Berfikir positif akan membuat kita makin positif. Penggunaan Bahasa tidak akan melunturkan semangat nasionalisme. Tetapi bersikukuh dengan Bahasa Indonesia sampe tulang sungsum juga tidak menjamin mereka nasionalis. Kita harusnya bangga bisa menggunakan bahasa apapun sebagai orang Indonesia. Sudah lama saya alergi dengan tuduhan macam ini…. maaf… Bung dewanta Aries Sandy…. never give up…. Bung machinco belum tahu bahwa di daerah Pare Kediri, ada sebuah desa yang keseharian menggunakan bahasa ingris, dan menjadi salah satu aset pariisata indonesia….. Ingat pula Kanjeng Sinuhun pun kerap menggunakan BAHASA BELANDA semasa hidupnya…. sampai laval bahasa Indonesia pun jadi dialek Belanda. Belajar dari Kebesaran Kanjeng Sinuhun ya…..

      2. maaf bung machinco & auk ah. Sekedar berbagi informasi dan pandangan saja, bahwa saat ini bangsa kita kalah bersaing dan jauh tertinggal di negeri kita sendiri oleh para expatriat, Hal itu semata karena masalah penguasaan bahasa inggris.
        Ingat juga bung, kita seringkali kalah di kancah diplomasi internasional (sipada ligitan dll), salah satunya karena penguasaan diplomasi (dalam bahasa inggris) kita juga kurang..
        Maka pilihan di tangan kita mau membawa kita & anak kita maju, atau hanya menjadi penonton yg semakin termajinalkan hanya karena kita tidak menguasai salah satu bahasa internasional.
        Kalau kita cinta dengan republik ini mari jangan biarkan anak – anak bangsa kita kalah nanti pada waktunya.

      3. bang jangan nyebut diri anda bangga berbahasa indonesia kalau cara menyingkat kata aja nggak sesuai kamus bahasa inonesia,

      4. mungkin maksud dari komentator yang berbahasa asing itu bagus, supaya post ini dapat terbaca dengan baik menurut bahasa yang sudah terlanjur universal, toh nyatanya kita juga banyak mengadopsi kata2 dari bahasa asing kan?

        yang perlu itu untuk bangsa ini orang yang semacam Bpk Polisi Riyadi dan HB IX.

        yang tadi ngomong internasional, ane bilang kenapa yang internasional itu gak dibawa ke nasional aja? bukan cuma nasional yang di internasionalkan, tapi internasional juga jadiin nasional donk….

      5. mungkin maksud dari komentator yang berbahasa asing itu bagus, supaya post ini dapat terbaca dengan baik menurut bahasa yang sudah terlanjur universal, toh nyatanya kita juga banyak mengadopsi kata2 dari bahasa asing kan?

        Setuju! 9 dari 10 kata Indonesia adalah serapan (adopsi) dari bahasa asing (demikian kalo ngga salah pendapat dari J.S. Badudu)

      6. waduuh…nanti yang di pesantren dan menggunakan bahasa arab terus dibilang kearab araban…capek deehh…
        Bangga jadi bangsa indonesia tidak harus selalu menggunakan bahasa indonesia dong…bolehkan pakai bahasa lain agar bangsa lain jadi tahu…
        yuuk kita tiru BELIAU BELIAU…(Kanjeng Sultan dan Bapa Royadin)..

      1. Ūϑåћ jangan terprovokasi sama ucapan2 abg2 labil…..kaya anak kecil ja!!! Tuh coment-in cerita aja malah coment orang dcoment lagi!!! Ngehek!!

      2. Sudahlah! Orang yang berpandangan Nasionalis, juga lupa rupanya bahwa paham nasionalisme (kata dasar “nation”) juga buatan bule Eropa dalam 200 tahun terakhir untuk mengkerdilkan suatu bangsa atau rumpun bangsa menjadi negara-negara yang lebih kecil. Indonesia juga bukan apa-apanya, wong nama Indonesia juga diberikan oleh orang Eropa baru dipakai seratus tahun lebih sedikit. Aneh Nasionalisme Indonesia buatan orang Eropa kok juga dibangga-banggakan. Jika cinta Nusantara (yang dulunya jauh lebih luas meliputi tanah semenanjung) pakai nama asli sini dong! Sukarno yang menggaungkan nasionalisme Indonesia faktanya juga tetap mengadopsi sistem dan perangkat hukum Belanda (KUHP) sampai sekarang. Jadi NasionaI Indonesia itu seperti apa?

  2. Cerita yg menyentuh.. Mudah mencari seseorang yg mengabdi pada sebuah pekerjaan demi penghasilan.. Namun sulit mencari orang yg mengabdi pada aturan kerja tanpa memandang penghasilan… (Polisi jaman sekarang kerja bener kalo ada duit doang😀 )

    Mantep ni.. harus nya jadi kisah wajib para polisi dan penegak hukum jaman sekarang… jgn melempem ama pejabat ato duit… What i said about this is.. SUPERB!

    1. Gimana mo jadi polisi bener lha wong daftarnya aja udah ngak bener. Klo dr awal n niatnya salah maka dpt d pastikan selanjutnya juga ngak bener

  3. Semoga jejak langkah Pak Royadin bisa di ikuti junior2-nya di kepolisian, jangan sampai kata2 Gus Dur jadi kenyataan bahwa cuma 3 polisi yang bisa dipercaya di negeri ini sekarang yaitu Polisi Sugeng (Mantan Kapolri), Patung Polisi, dan Polisi Tidur he he.

  4. uwaa…boleh re post ga..sebagai orang pekalongan yang sangat mencintai jogja..saya sangat terharu,,,huuu…ijin re-post yah..

  5. polisi hebat dan penguasa yang berjiwa besar,, kalo jaman sekarang orang berkuasa pasti dengan sigap nya mengatakan.. “Jangan tilang saya atau saya laporkan ke komandan anda”

  6. Polisi yang bener Polisi, Raja yang merakyat, HBIX pernah nyetis sendiri dari Jakara Ke Yogya, sampe Tasik-Banjar dicegat DI TII, dan minta numpang, tidak ada rasa apapun, mereka saling tahu…

    1. tolong donk, mas yang ini di ceritakan. saya penasaran dengan cerita yang satu ini. memang Ngarso Dalem itu priyayi yang sangat “lembah manah” dan merakyat…

  7. Dan kerongkongan ini sampai tercekat ketika membaca kisah ini. Air mata hampir saja menetes kalau saja saya tak ingat lagi berada di kantor sekarang. Cerita yang amat sangat menggetarkan hati. Mengingatkan kita bahwa harapan itu masih ada.

  8. Saya bangga dengan ketegasan alm.royadin.
    Jujur dan tegas dengan tugas yang di pegangnya.dan saya salut kepada almarhum raja saya sri sultan HB IX,atas kemurahan hati,kelapangan hati,dan tidak semena2 menggunakan jabbatanya.
    Semoga mereka berdua tenang di sisiNYA dan bisa jadi contoh semua org.
    Saya galih,cucu dari kyai kasan pawiro selaku abdi dalem keraton jogja,saya berdoa selalu untuk mereka dan jogja agar tetap aman damai sejahtera.aminnn…

  9. hampr saja airmata ini jatuh….sungguh seorang pemimpin yang sangat bijak dan tidak memanfaatkan jabatannya untuk kepentinngan pribadinya….

  10. Wo0oW ; Tgl 19 Desember adalah tanggal yg sangat bersejarah bagi Jogja … karena pada tanggal tersebut di tahun 1948 tentara Belanda masuk / menyerbu kota Jogjakarta, yang kala itu masih menjadi Ibu Kota dari Republik Indonesia yg tercinta !!! & dimulailah sebuah perjuangan tuk mempertahankan kemerdekaan yg telah diraih, Clash ke 2 pun dimulai !!! & hari ini aku membaca sebuah kisah perjuangan yg tak kalah hebatnya …. !!! Salam tuk saudara2 ku di Pekalongan & Saudara2 ku Sebangsa dan setanah Air dari kota Perjuangan Jogjakarta.

  11. Membaca kisah ini, membuat air mata meleleh, hati bergetar, tercekat kerongkongan. Menambah bangga menjadi bangsa Indonesia.
    Sungguh sudah sangat langka di jaman serba materi seperti sekarang ini.

  12. HB IX juga pernah disuruh ngantar pedagang pasar, dikira mobilnya itu angkot. Sampe di pasar Beringharjo pedagang pasar itu diturunkan. Pak sultan dikasih uang gak mau. Sampe di pasar orang bilang itu tadi Sultan HB IX… langsung aja gemeteran tuh pedagang pasar.

  13. hemmmmmmmmm merinding aku baca nya .;.. sungguh luar biasa mereka , pak polisi yang tegas dan seorang pemimpin yang mau mengaku salah , serta menyelesaikan secara lurus ! subhanalloh .. andai itu terjadi saat ini ya

  14. kl sekarang ada polisi nilang atasan langsung dipecat,…skrg semua bisa dinego…tp dr dl Sri Sultan HB IX emang panutan rakyat Yogyakarta,…salut juga tuk pak polisi Royadin(alhm)…

  15. kisah nyata yang menginspirasi tentang amanah,tanggung jawa dan keluasan hati pemimpin…luar biasa.! semoga dinegeri ini msh banyak pemimpin yang jujur,tegas,dan amanah.

  16. sumpah pejabat negara yang bener – bener bijaksana, adil, wibawa, yah pokoknya jembol,,,,,

    saya yakin pasti sekarang ini gak ada pejabat negara yang kaya sultan Hamengkubuono IX,,,

    yang bener aJA RAJA SEKALIGUS PRESIDEN DI WAKTU ITU DI TILANG,, SAMA POLISI ,,

  17. betul waktu tadi mbaca tulisan ini rasa haru pun muncul dan betul2 tak kuasa untuk membasahi mata ini dengan keharuan… sebagai orang pekalongan yang baru tau kisah ini sangat-sangat berterima kasih masih memberikan harapan dan motivasi untuk percaya dengan sejarah, dan masih percaya pada pejabat dan aparat seperti yang diceritakan diatas …. dinegeri ini pernah tinggal orang-orang baik yang tidak menggunakan kekuasaan untuk menang2an dan ada aparat yang begitu taat dan patuh pada aturan dan tidak pernah tunduk pada pejabat sekalipun …

  18. Menharukan,,,,msih adakah orang2 seperti ini di jaman sekarang…pengabdian sejati dan keluasan budi, jauh dari kesombongan keangkuhan…..

  19. Sy sbgai penerus bgsa bangga sekali ats kepatriotan n ketegasan alm Brigadir Royadin,seandaix smua polisi bgtu n tdk tergiur iming2 uang suap mgkn nm baik polisi yg tlh tercemar skrg bs pulih…bgtu tegas,cnta klrg jg cnta tnh air alm Brigadir Royadin

  20. teharu rasanya membaca kisah dua orang pahlawan (bagi saya), dua teladan bangsa di sini. patut disebarluaskan sebagai teladan kita dan sindiran bagi mereka yang silau dengan jabatan atau uang..

  21. andai di negeri ii masih ada polisi atau pejabat sepertiitu indonesia akan jaya……amin .Selamat jalan bapak ROYADIN smoga amal perbuatanmu didunia jadi bekalmu di akherat.. Amin. dan terima kasih ketauladanmu wahai Pak Royadin, Sang Polisi sejati . Dan juga kepada pahlawan bangsa Sultan Hamengkubuwono IX yang keluasan hatinya ……

  22. Pak royadin mumgkin salah satu polisi yang patut di acungi jempol yang luar biasa betapa dia menegakkan peraturan.
    Bagaimana bila terjadi pada masyarakat sipil ya??????
    Pa te2p kena pasal KUHP(Kasih Uang Habis Perkara)

  23. Cerita yg menarik,bagus..tp ada kejanggalan.
    Bahasa yg dipakai oleh Komisaris adalah bahasa ‘bandekan’ Jawa khas Yogyakarta, sedangkan Pekalongan adalah bahasa Pantura, mirip dg bahasa ngapak Banyumasan.

    selama belum ada sumber yg bisa dipertanggung jawabkan,saya anggap cerita ini adalah cerita fiksi yg inspiratif🙂

    1. Bukan fiksi mas… Coba sampeyan cari buku TAHTA UNTUK RAKYAT, Gramedia 1982… Semua kisah yang tertulis berdasarkan sumber-sumber yang jelas. Sayang buku punyaku dipinjam teman gak dikembalikan…

    2. Memang janggal , karena bahasa jawa yang saya tulis adalah bahasa jawa versi saya, meskipun ayah saya asli pekalongan namun saya tidak bisa bahasa jawa ala pekalongan seperti yang diceritakan oleh almarhum pak Royadin yang alunannya merdu dengan “nyong” yang khas. Jika ini dianggap fiksi tidak mengapa, karena ini adalah sebuah cerita yang diceritakan kembali . Salam , AN , penulis.

      1. Salut buat BELiAU2..
        Saya beruntung pernah tau kisah ini..

        Dua jempol buat pak Aryadi..yang telah merangkai kata begitu baiknya, sehingga ceritanya sangat menyentuh hati, terima kasih pak..

    3. dan di atas pun sudah dijelaskan oleh mas Aryadi Noersaid, cerita yang mas Aryadi tulis ini tidak sedetail kejadian aslinya, termasuk dalam bahasa yang dipakai karena keterbatasan mas Aryadi dalam bahasa Jawa. Coba dibaca komentar dari mas Aryadi Noersaid di atas.

    4. ambil sisi positif dari cerita ini,sekarang banyak penguasa yang selalu menggunkan jabatannya,apalagi masalah hukum…
      semoga masih ada polisi dan pejabat di negara ini yang memiliki sifat sperti Sinuwun HB IX dan Alm. Pak Royadin

    5. Bahasa Pekalongan tidak mirip dengan bahasa Banyumasan, lebih ke arah bahasa “Bandekan” daripada bahasa “Baworan” wkwkwkw. Tapi ada sedikit pengaruh bahasa “ngapak” spt “Nyong”, tapi saat ini sdh jarang dipakai. Saya sendiri besar (TK s/d SMA) di Kel. Proyonanggan, Kab Batang (sama dg tempat tinggal Pak Royadin) jadi saya bisa berbahasa pekalongan – batang. Yg jelas kita ga bisa men-judge suatu alur cerita adl fiksi atau bukan hanya dengan patokan bahasa.

    6. saya yang lahir dan tumbuh di batang(dekat pekalongan)yakin
      bahasa pekelongan bukanlah banyumasan yang ngapak2, jadialasan sanggahan anda mengenai cerita ini fiksi sungguh lemah

      orang penulis adalah keponakanya,pastilah penulis dengar cerita langsung, setidaknya lewat ayahnya yang notabene kakak pak polisi.

  24. Inilah kenapa jogja istimewa,,karena pemimpinnya benar2 berjiwa pemimpin, nyatanya mampu dan mau memberi contoh bukan sekedar omdo,,sungguh bijaksana,,well sharusna pemimpin negeri ini mencontohnya,,sharusna para polisi juga mencontoh alm jga

  25. Masih adakah Pemimpin seperti Sultan Hamengkubuwono ke IX saat ini ? ataukah masih ada Polisi seperti Pak Royadin ini….?????????Wallahualam bissawab……

  26. Semoga diterima amal ibadah alm. pak Royadin, diterangi dan dilapangkan kuburnya, dan kembali terlahir jiwa-jiwa dengan semangat pak Royadin yang memegang teguh ketegasan dan kejujuran…

  27. msh adakah…. pimpinan yg akan bersikap demikian jk mmg salah dan msh adakah bawahan yg brani mengatakan.. yg benar itu benar dan yg salah itu salah !!!!! salut buat Sri Sultan IX (alm) dan Pak Royadin……

  28. Karena yang melakukan itu Sinuwun Sri Sultan HB IX, saya meyakini keberadaan Brigadir Royadin ini, plus ceritanya… Selain polisi tidur, almarhum Soegeng, semoga tidak keliru memilih almarhum Brigadir Royadin sebagai (tambahan) salah satu polisi yang bisa dipercaya! Ada perasaan bangga, walau tak memiliki/mengenal almarhum, semoga keluarga
    yang ditinggalkan mengikuti karakter beliau!

  29. Subhanallah. . . Ternyata kisah indah ini masih tersampaikan, terharu dan prihatin. Apakah kisah semacam ini akan jadi sejarah belaka atau sebagai pembelajaran amalan d masa depan. Semoga saya dan para pembaca dapat bertindak bijaksana seperti dalam kisah ini. . . . .

  30. Merinding bacanya, seperti ketika membaca cerita-cerita heroik lainnya. Sangat menyentuh hati. Hormat saya kpd Brigadir Royadin juga Sri Sultan Hamengku Buwono IX

  31. gilaaaa…..merinding gw baca ni carita kisah nyata….
    andai semua org bisa sprti pak Royadin sang polisi sejati dan semua pemimpin sprti sinuhun HB IX….pasti indonesia MAKMUR dan DAMAI…..
    yah klo sekarang cm bisa berandai2, dan cm bisa mengagumi tokoh dahulu…..

    Innalillahi wa innailaihi roji’un, semoga almarhum juga dapat tempat yg istimewa d’sisi 4jJI…

  32. Subkhanalloh…semoga Alloh memberi tempat terindah diakherat sana sama alm. Bp. Royadin.. Dan
    Polisi2 sekarang bisa mensuritauladani beliau..aamiin.. Membacanya saja saya berkaca2. Apalagi membayangkan sosok Beliau.. Subkhanalloh..

  33. Sultan HB IX, itu baru namanya figur pimpinan, berani mengaku salah ketika melakukan kesalahan, dan sudah seharusnya polisi itu seperti pak royadin menindak tanpa pandang bulu,coba seluruh polisi seperti itu….

  34. sungguh manusia yang berjiwa besar dan tahu mana yang harus di lakukan dan yang tidak
    apakah masih banyak polisi di indonesia yang seperti ini ??

  35. Semoga kasih dan sayang dari Tuhan Yang Maha Perkasa senantiasa tercurah kepada Bapak Royadin dan Sri Sultan HB IX. Pada era sekarang ini kita sudah jarang melihat polisi yang begitu jujur dan tegas dalam menjalankan amanah. Pak Royadin bukanlah seorang Jenderal namun apa yang beliau lakukan lebih besar daripada para petinggi polisi saat ini. Nama Pak Royadin akan harum bersama polisi lain yang juga besar namanya, Pak Hoegeng. Dari Sri Sultan HB IX kita belajar bahwa seorang pemimpin jika melakukan kesalahan sekecil apapun harus mengakuinya. Itulah sifat seorang ksatria.

  36. Bapak ibu sekalian , surprise tulisan ini hadir setelah sekian bulan saya menulisnya, saya mendapatkan linknya melalui teman facebook. Cerita ini bagian dari catatan tepi yang saya terbitkan secara rutin di mils dan kompasiana , berupa pengalaman saya dan orang lain yang saya dapatkan dari sumbernya. Almarhum Pak Royadin adalah kakak ayah saya , beliau berpulang tahun lalu di rumah sederhananya di Proyonanggan di Batang,kota dekat pekalongan . Kisah ini selalu menghiasi hari saya kalau pulang ke kampung halaman orang tua. Meskipun tak persis detil demi detil percakapan yang diceritakan dari beliau tertulis didalam kisah ini , termasuk penggunaan bahasa jawa yang saya memang kurang menguasai untuk menuliskannya kembali serta tanggal dan tahun kejadian , namun beliau memang sangat memegang apa yang di omongkannya serta lurus dalam hidupnya , dan ini cerita masterpiece yang saya kenang selalu khususnya jika mengenang beliau .Terakhir bertemu beliau adalah ketika ia secara tiba tiba ke jakarta saat ayah saya tiada dan ia menyusul kemudian kembali kepada Allah SWT tanpa saya bisa menjenguknya. Semoga Allah menerima kanjeng sultan dan Pak Royadin di sisiNya.Amiin

    1. Aryadi Noersaid :
      Bapak ibu sekalian , surprise tulisan ini hadir setelah sekian bulan saya menulisnya, saya mendapatkan linknya melalui teman facebook. Cerita ini bagian dari catatan tepi yang saya terbitkan secara rutin di mils dan kompasiana , berupa pengalaman saya dan orang lain yang saya dapatkan dari sumbernya. Almarhum Pak Royadin adalah kakak ayah saya , beliau berpulang tahun lalu di rumah sederhananya di Proyonanggan di Batang,kota dekat pekalongan . Kisah ini selalu menghiasi hari saya kalau pulang ke kampung halaman orang tua. Meskipun tak persis detil demi detil percakapan yang diceritakan dari beliau tertulis didalam kisah ini , termasuk penggunaan bahasa jawa yang saya memang kurang menguasai untuk menuliskannya kembali serta tanggal dan tahun kejadian , namun beliau memang sangat memegang apa yang di omongkannya serta lurus dalam hidupnya , dan ini cerita masterpiece yang saya kenang selalu khususnya jika mengenang beliau .Terakhir bertemu beliau adalah ketika ia secara tiba tiba ke jakarta saat ayah saya tiada dan ia menyusul kemudian kembali kepada Allah SWT tanpa saya bisa menjenguknya. Semoga Allah menerima kanjeng sultan dan Pak Royadin di sisiNya.Amiin

      thanks atas penjelasannya😀
      ternyata percakapan di tulisan itu berasal dari interpretasi anda ya?

      1. Cerita ini diceritakan beliau almarhum pada kami bukan dalam bentuk rekaman, point percakapan saya dapatkan dengan ingatan urutan bagaimana beliau menuturkan dan tentu tidak sama persis tapi tidak mengurangi esensi atau melebihkannya. Saya hanya menceritakan sesuatu yang diceritakan pada saya dengan keterbatasan gaya menulis saya . Terima kasih ya mas.

  37. ada kejadian yang hampir mirip di Surabaya beberapa tahun yll, cuma beda di akhir cerita, sewaktu ada petugas Polantas dengan sigapnya mencegat mobil yg menerobos lampu merah di jalan protokol Surabaya, dan ternyata didalamnya adalah Bapak Gubernur yg karena sesuatu hal terpisah agak jauh dari kendaraan pengawal didepannya…..dan akhirnya sangsi pun diterima …

  38. Subhanallah.. Itulah pemimpin yang AMANAH.. Jika negeri dipimpin dgn yang AHLI nya niscaya AMAN dan TENTRAMlah negeri itu tp jika sebaliknya maka KEHANCURAN lah yg didapat..
    Jaman dulu semua masih bersih, masuk pegawai gak pake SOGOK.. dulu aja aq mau daftar polisi sktr tahun 2004 uang masuk buat sogokkannya jak dipinta sekitar 25 juta.. gak tahu klo skg mau berapa uang..
    Gimana mau BERSIH negeri ini klo apa2 musti UANG mulu..
    Masihkah ada HARAPAN dinegeri ini…?????

  39. Andaikan sikap dan sifat seperti itu tetap dimiliki para Pejabat Negara ini, NKRI akan maju lebih deras dibanding seluruh Negara Tetangga di ASEAN, bukan hanya nomor 1 di SEA Games saja tetapi juga dibidang, Ekonomi, Industri, Keamanan dan Perdagangan

  40. Kalau pemimpin jaman sekarang nggak mungkin kena tilang ….. Kemana-mana pasti minta dikawal, ada foreider, pengiring dll ….. Jadi nggak mungkin salah jalan dan apalagi ditilang …

  41. Sayangnya cuma 1001 satu ada polisi kayak gini di negeri kita ini.., andai 50% aja (apalagi semuanya) para polisinya kayak pak brigadir Royadin ini wah alangkah amannya negeri kita ini….

  42. Gimana ya..ceritanya sebenarnya biasa aja.. tentang seorang warga biasa yang kebetulan berinteraksi dengan ‘penggede’, berakhir happy ending…
    tapi itu lah tanda2 buat orang yang berfikir… Maju trus bahhhhhh…

  43. Kisah yang bagus, andaikata ada polisi seperti itu lagi di tanah air tercinta ini dan ada pemimpin seperti itu lagi…sungguh senangnya bangsa ini…

  44. Masih ada kok … orang seperti alm.Royadin dan HB-IX tapi kalah dgn publikasi yg minor-minor dan info negatif yg melanda negeri ini….

  45. kejujuran dan berani mengakui kesalahan adalah contoh hidup yang nyata…..kapan ya ada orang seperti beliau berdua lagi ( sultan hb IX dan pak polisi itu )….????

  46. cerita yang indah….keteguhan hati sang polisi jalan kan aturan diimbangi dengan kebesaran jiwa sang pemimpin…alangkah indahnya jika Indonesia masa kini mengikuti teladan di cerita ini…
    Nama Pak Royadin akan harum bersama polisi lain yang juga besar namanya, Pak Hoegeng. Dari Sri Sultan HB IX kita belajar bahwa seorang pemimpin jika melakukan kesalahan sekecil apapun harus mengakuinya. Itulah sifat seorang ksatria.

  47. Kalo ada anggota DPR, yg merasa perlu untuk menerobos jalur transJakarta, kemudian di Stop Petugas POLANTAS. Hal pertama yang di lakukan adalah memukul POLANTAS tsb.

    berbanding terbalik dengan kejadian beberapa bulan lalu. Seorang petugas Polantas dipukul anggota DPR.

  48. Mantappp…..
    saya berani mengklaimmm…di Indonesia saat ini tidak ada orang seperti brigadir Royadin dan sultan hmgkbuono xli tsbt…….

  49. Kita melihat 3 (tiga) karakter dalam kisah nyata ini. Pak Royandi yang tegas melaksanakan tugasnya tanpa melihat dan memandangsiapa yang bersalah. Karakter yang sukar didapat. Sikap dan karakter Sri Sultan yang juga luar biasa, patuh dan tahu akan kesalahannya dan beliau tidak menggunakan atau ‘memanfaatkan’ statusnya sebagai Sultan/pejabat. Yang ketiga karakter para atasan Polisi yang rata2 dimiliki oleh pejabat/petugas dinegeri kita .. ‘disgusting’ munafik dan menjijikan…seakan kalau yang salah pejabat..diloloskan saja..ya itulah potret dan mentalitas para penguasa di negeri kita. Ingat dengan kasus ‘SUM Kuning? dan lusinan kasus yang dipeti eskan manakala pelakunya pejabat. Terimakasih kepada penulis yang subhanalllah pandai sekali menyusunnya..membuat kita ..seakan berada di negeri mimpi, masih ada sosok2 seperti pak Royandi yang jujur tegas dan tidak silau dengan jabatan dan status…semoga Allah melapangkannya di alam barzah sana, amoen ya Rabb. Salam

    1. analisis teteh sangatlah tepat!… berdasarkan kisah di atas, kita sudah bisa menilai bahwa pada saat itu memang jauh lebih banyak polisi yang rendah integritasnya, sebagaimana yang tergambar dalam beberapa kutipan berikut ini:

      “Saat apel pagi esok harinya , suara amarah meledak di markas polisi pekalongan , nama Royadin diteriakkan berkali kali dari ruang komisaris. Beberapa polisi tergopoh gopoh menghampirinya dan memintanya menghadap komisaris polisi selaku kepala kantor.
      “Royadin , apa yang kamu lakukan ..sa’enake dewe ..ora mikir ..iki sing mbok tangkep sopo heh..ngawur..ngawur!” Komisaris mengumpat dalam bahasa jawa , ditangannya rebuwes milik sinuwun pindah dari telapak kanan kekiri bolak balik.
      “ Sekarang aku mau Tanya , kenapa kamu tidak lepas saja sinuwun..biarkan lewat, wong kamu tahu siapa dia , ngerti nggak kowe sopo sinuwun?” Komisaris tak menurunkan nada bicaranya”

      “kepala polisi pekalongan mengutus beberapa petugas ke Jogja untuk mengembalikan rebuwes”

      “satu minggu setelah kejadian penilangan, banyak teman temannya yang mentertawakan”

      dari gambaran tersebut, tampak jelas bahwa Royadin (bukan Royandi) pun hanya sendirian dan tidak ada dukungan dari rekan sesama polisi… bahkan polisi yang lain justru menertawakan dan mencibir Royandi…

      dengan demikian, bisa jadi keadaan saat ini masih sama sebagaimana keadaan pada pertengahan tahun 1960an (seperti cerita di atas). yaitu bahwa mungkin memang banyak polisi busuk dan brengsek… tetapi juga pasti tetap masih ada sedikit polisi yang berintegritas tinggi…

      karena itu, kita tidak boleh kehilangan harapan akan indonesia yang lebih baik… marilah kita mulai dari memperbaiki diri sendiri, misalnya: tidak bernegosiasi apabila kita ditilang polisi, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Sultan IX… sesungguhnya kisah di atas tidak hanya diperuntukkan bagi para polisi dan pemimpin/penguasa, tetapi juga merupakan tauladan bagi kita semua…

  50. benar-benar cerita yang mengharukan, dan membuat saya menitikan air mata…
    Wahai pemimpin, kami merindukan sosok seorang pemimpin seperti mereka yg terdapat dalam cerita ini.

  51. mantaaapppp… kisah yang patut untuk dijadikan tauladan bagi polisi semuanya.
    amin semoga Alm. Bp. Royadin mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT.

  52. Kita salut dgn brigadir royadin. Sbenarnya Cerita sperti ini lumrah, seharusnya demikian tp kenyataannya tdk seperti yg seharusnya. Jadi “apa yg seharusnya” menjadi barang langka di negeri ini bahkan sampai kini…jadi sebenarnya yg luar biasa adalah penyimpangan yg terjadi di luar yg seharusnya terjadi tidk dpt diperbaiki. Yg “tdk seharusnya” menjadi “biasa”.. Ini penyakit kronis di negeri ini. Penyakit ini harus di disembuhkan. Satu2 nya cara adalah melalui operasi…siapa dokter bedah yg berkompeten. Who is the top leader..? Happiness is when what we think, what we say and what we do are in harmony.

  53. Alm Bapak saya mantan brimob yang menolak dipindahkan ke satlantas, dengan pertimbangan kalau ada pelanggaran beliau tidak mau diajak damai nanti disangka sok kaya tetapi bila mau itu bertentangan dengan nurani. Apabila kami kena tilang beliau marah karena kami telah mencoreng citra keluarga polisi. Salut + hormat untuk Pakdhe anda alm.

  54. Terharu saya membacanya, sayapun menangis … Dan anak sayapun bertanya? ‘Kenapa mama menagis?’ Saya hanya bisa menjawab ‘Mama bangga jika kelak kamu menjadi polisi yang seperti Bpk royadin nak… Nanti mama ceritain…’ Anakku dgn polosnya berkata :… ‘Kakak ingin menjadi ibu polisi yg cantik’
    Jika benar ini kisah nyata… Maka sungguh luar biasa keteguhan hati Bpk Royadin. Sayapun bangga bisa membaca kisah hidupnya ini.

  55. saluuuttttttt…sangat merindukan so2k pemimpin seperti itu,seandainya negara ini dipimpin oleh org2 yg memiliki karakter sept HB IX mgkn negeri ini akan damai dan semakin maju..ijin copas pak

  56. saya bangga ada jiwa kepemimpinan seperti itu dari seorang pemimpin yang baik…… ketegasan dan kebijakan dalam menyikapi kesalahan yang telah dilakukan…
    saya juga bangga terhadap petugas yang tetap melakukan proses penilangan walau dengan situasi yang sudah menegangkan….. salut….

  57. Rohimahumulloohu wa Ghofarohumullooh…
    semoga Allooh merahmati beliau berdua (Pak Sri Sultan HB IX dan Pak Royadin) dan semoga Allooh mengampuni beliau berdua…amiin

  58. subhanalloh…sy kira..sy yg terlalu cengeng..trnyata banyk temen yg rasakan “luar biasanya cerita ini. Walau sederhana…namun maknanya sungguh dalam…RAJA Jogja dan petugas yg cukup membanggakan org PEKALONGAN…cerita ini bagai air jernih yg menyejukan hati..ditengah2 hiruk pikuk kebohongan publik yg terorganisir…berita yg seperti ini mestinya dipajang di MABES…

  59. masih adakah Polisi yg seperti pak Rosyidin? benar-benar sosok yang mampu membawa makna dalam namanya. kisah seperti inilah yang perlu disebarluaskan kepada anak2 di seluruh SD/SMP/SMA dan PT di Indonesia

  60. INDONESIA butuh lebih banyak jiwa seperti Alm. Brigadir Royadin
    Dan generasi INDONESIA muda perlu lebih banyak kisah teladan seperti ini🙂

  61. Sungguh menginspirasi, kepada teman2 yang tidak percaya dengan pejabat2 sekarang, kebetulan saya bekerja disalah satu instanti pemerintah, dan demi Allah saat inipun masih ada pejabat2 seperti beliau berdua, walaupun jumlahnya minoritas, tapi percayalah masih ada orang jujur dan berani mengisi jabatan2 dinegara ini

  62. saya juga pernah baca kisah Sultan IX, pagi buta seorang ibu menyetop kendaraannya (sultan) untuk menumpang ke pasar…., sampai di basar ibu itu heran kok banyak orang ngelihatin ke arah mobil dan tak sedikit yg memberi hormat…, setelah turun ibu itu baru menyadari jika pemilik mobil itu adalah Sultan.., seketika ibu itu pingsan…

  63. Luar biasa…subhanallah….kisah yang patut dicontoh polisi dan pejabat jaman sekarang…semoga ALLAH SWT memberikan tempat yang terbaik bagi sinuwun HB IX dan pak royadin..amin

  64. semoga polisi2 kita tertanam kejujuran dan ketegasan dalam menjalankan tugas ,,seperti pak de anda ,,amiiiinn….bukan yg hanya di jalan raya tetapi juga yg sebagi penyidik2 yg silau dengan uang dan jabatan,,,,,

  65. mengharukan sekali baca kisah ini…. :’)
    sayang aku tidak s4 tau scr lgs Sri Sultan HB IX memimpin Yogyakarta,, krn aku lahir sesudah beliau dipanggil Yang Maha Kuasa…

    d jaman sekarang yang kayak gini, masih ada ga y polisi yang kayak alm. pak Royadin??

  66. Salut untuk Pak Polisi Royadin!! Polisi sekarang mana ada yang berani seperti itu, paling ketika menilang seseorang dengan pangkat diatasnya langsung mundur dengan hormat! Jaman sekarang sudah beda, semua demi uang, uang, dan uang. kebanyakan Polisi menilang tidak untuk menegakan aturan, tapi untuk uang saku!!!
    Semoga Indonesia kembali mempunyai pejabat dan aparat yang menjunjung tinggi nilai2 keadilan!!

  67. Jarang sekali di zaman sekarang ini seorang aparat yg punya dedikasi tinggi yg bertugas tanpa pamrih berani menegakkan peraturan tanpa pandang bulu, Dan jarang sekali dizaman edan ini ada pemimpin yg berhati luas menerima apa adanya tanpa memandang status….mgkn klo para aparat dan pemimpin Negri ini seperti mereka mungkin akan makmur negri dan rakyat ini…..tapi kapan yah ada pemimpin seperti mereka?

  68. Itulah Contoh Suri tauladan seorang Tokoh besar.
    Seorang tokoh besar hendaknya jgn hanya bisa bicara saja namun harus bisa memberikan suri tauladan kpd rakyatnya. Saya sebagai rakyat merindukan sosok pemimpin seperti Sri Sultan Hamengkubuwono 9.

  69. fiksi.. ini pasti fiksi

    Saya tidak percaya ada pejabat lurus, apalagi polisi

    Kalo memang cerita ini benar, maaf saja, bagi saya perbuatan jujur yang diceritakan di atas adalah hal dasar yang seharusnya biasa saja dalam kehidupan bermasyarakat.

    Yang salah dihukum, yang berprestasi diberi imbalan, itu sudah sepantasnya. Kalo hal seperti itu dianggap luar biasa, maka memang sudah rusak tatanan kehidupan bermasyarakat kita dan tiada harapan untuk diperbaiki.

  70. Sungguh sebuah ktegasan sikap, memandang tiada siapa yang ditemui.
    Sangat bangga memiliki polisi sperti Bliau.
    Namun, sangat jauh berbeda dengan polisi saat ini.. Yang mementingkan uang dan jabatan.
    Jika polisi indonesia banyak sperti Bliau, dpastikan Indonesia aman dari jajahan kecurangan, dari jajahan kerakusan, semoga polisi Indonesia menemui kodrat mereka yang sebenarnya.

  71. itulah buah manis yang dipetik dari sebuah “KEJUJURAN” !

    ceritanya sangat menyentuh😉 ditengah2 jaman yang sedang krisis mental kejujuran terutama pada pihak2 yang diberi jabatan.🙂

  72. emang keren orang yang sudah dari kecil dididik jadi pemimpin….beda ma pemimpin karbitan yang kadang cuma sekolah 5 tahun di bidang politik seperti anggota DPR kita. Sultan emang TOPP….sikapnya seperti pemimpin-pemimpin impian anak muda jamn sekarang.
    Pak Royadin juga….berani…ga rikuh. Hebaaaaat lah!

  73. Subhaaaaaaaanallaaah………….. Al Fathihah ma ash shalawat untuk pak Royadin, semoga arwahnya mendapatkan ketenangan di alam barzakh, menikmati tajasum a’malnya di dunia yang menebarkan cerita semasa beliau hidup. Semoga di Yaumul Aakhir nanti Rasulullah beserta 12 Imam Suci as dan bunda Rahmatan lil aalamiin bunda Zahra berkenan memberikan syafaat pada beliau dan pada keluarganya yang ditinggalkan. Bagi Sinuwun, juga doa agar diselamatkan dunia akhirat aamiin

  74. hanya ada satu kata untuk dua orang SEDERHANA yaitu HEBAT !!!!!! seandainya saja Indonesia sekarang dipenuhi orang HEBAT namun SEDERHANA seperti mereka……aku yakin Indonesia akan jadi negara HEBAT juga !!!

  75. AWESOME…saya paling suka adegan waktu kepala polisi nya bilang “…ngawuur..jan ngawur tenan..”…benar-benar mencerminkan negara kita hari ini..wakakkkkkkkkkk
    Sekarang saya baru memahami kenapa keras kepalanya Mbah Maridjan hanya mau turun meninggalkan Gn. Merapi kalau yang memberi perintah hanya HB IX…walau secara jasad sudah tiada namun perintah dan panutan nya tetap hidup dalam hati dan kehidupan rakyatnya…..

  76. Satu dari sekian banyak cerita tentang bagaimana Sri Sultan Hamengkubuwono IX yg tidak pernah menganggap lebih dibandingkan orang lain, kalau pingin tahu lebih banyak mengenai Sri Sultan Hamengkubuwono IX bacalah buku “TAHTA UNTUK RAKYAT”

  77. Ibarat segelas air ditemukan dipadang pasir, kita berharap masih bisa menemukan banyak lagi gelas2 berisi air penghapus dahaga di padang pasir yg gersang

  78. Masih adakah jiwa-jiwa Royadin di depan Pos Polisi atau di Kantor-kantor Polisi?
    Masih adakah jiwa-jiwa seperti Sinuwun Hamengkubuwono IX dinegeri ini?

  79. Kisah Brigadir Royadin melakukan tugas dengan benar, di satu pihak Sri Sultan Hamengku Bowono IX emang Raja yang benar bukan hanya kerena Beliau Sinuwun tapi Raja memang harus yang Pertama menghormati serta menjunjung aturan sebab aturan yang benar itu adalah Raja yang sebenarnya,apalagi beliau melewati pendidikan Belanda yang sangat disiplin,serta beliau memiliki hati yang luas mnghargai aturan yang benar,sebab didalam aturan benar letaknya jiwa Raja yang benar.

  80. Indonesia saat ini membutuhkan sosok keteladanan seperti beliau berdua……. kapan ya bisa jadi kenyataan. Setidaknya untuk masa anak-anak saya nanti…….

  81. seharusnya memang seperti itulah kita, tanpa memandang jabatan, pangkat, dan embel-embel yang entah apa lagi. ketegasan dalam bersikap, idealisme sebuah pekerjaan, yang sangat sulit untuk diterapkan. semoga kisah ini bisa menginspirasi setiap orang.

  82. ahhh….Sultan X beberap bulan yang lalu juga mengalami hal serupa. beliau dengan sopirnya akan keluar dari parkir. karena sang sopir merasa membawa sultan langsung saja tancap gas nggak mau antri dan main nyelonong aja. petugas parkir yang tahu ada mobil nyelonong masuk langsup memberi tanda untuk inkut ngantri itu mobil. petugas parkir nggak tahu kalo yang ada di dalam mobil itu adalah sri sultan HB X.waktu sopirnya mau mendebat tukang parkir , tiba2 sultan HB X bilang begini : “wis wis wis…ra sah ngeyel…ayo melu antri wae….” . liat….. masih ada kok pemimpin yang nggak mentang2 dengan kekuasaan yang dia punya. hidup jogja…semoga tetap aman dan berhati nyaman 🙂

  83. Andaikan banyak org seperti sejahteralah bangsa ini. Contoh seperti harus banyak dibuat dan dikisahkan utk dapat dihayati oleh anak cucu kelak. Cara semua ortu dalam mengajar kesederhanaan kepada seluruh anak bangsa. Semoga beliau mendapatkan tempat yg mulia disisiNya, Aamiin

  84. Sangat mengesankan sikap seorang bawahan yang berani dan tegas tanpa memandang bulu, hal ini yang jarang dilakukan oleh petugas saat ini mampu dan beranikah bertindak tegas adil dan tanpa pandang bulu?

  85. Sungguh kisah Ɣªήğ patut dijadikan contoh polisi jaman sekaran. Bukan bermaksud meremehkan Polisi masa sekaranga, setidaknya ketegasan dari Pak Royadin bisa dijadikan contoh tiada kata pilih-pilih untuk menegakkan peraturan.

  86. Cerita yg sgt indah,ketegasan seorg anggota polisi&kebesaran ht seorg Sri Sultan HB IX sbg seorg Raja,ya Allah smpe terharu membcnya,bskah aq menjd abdi masyarakat sprti Brigadir Royadin…keteladan yg patut utk dicontoh….

  87. Subhanallah… sebuah kisah yang mengharukan dan membanggakan serta patut dijadikan suri tauladan buat kita yang membacanya, kerana mengandung hikmah yang luar biasa manfaatnya buat kita generasi muda… semoga kedua tokoh dalam kisah nyata ini dapat diterima segala amal kebaikannya dan diterima disisi-Nya… Amien yaa Rabb…

  88. subhanallah ya, cerita ini cukup menyentuh. polisi adalah salah satu penegak hukum di negara kita, semoga kelak akan tumbuh 1000 polisi seperti almh pak royadin ya allah swt

  89. begitu membaca di tengah2 cerita tercekat kerongkongan ini, sungguh langka pemimpin dan petugas seperti beliau. semoga masih ada pemimpin dan petugas yang mengikuti jejak beliau berdua untuk Indonesia yang lebih baik.

  90. Kerreeeennnn..!!! Hormat buat alm Pak Royadin, semoga amal ibadahmu diterima disisinya dan diampuni dosa-dosanya. Semoga lebih banyak lagi polisi-polisi di Indonesia yang seperti bapak.. Trimakasih atas pengabdianmu.

    mampir mapir ke blogku ya gan.. myblog

  91. Ya Allah,aku merindukan pemimpin sekaliber Sinuwun Sri Sultan Hamengkubuwono IX,dan Brigadir Royadin. Negeriku hancur,setelah kalian tiada. Semoga Allah SWT,masih menolong negeri ini dari kehancurkan.

  92. Gajah mati meninggalkan belang…Manusia mati meninggalkan NAMA….Semoga masih ada Pemimpin bangsa spt HAMENGKU BUWONO IX dan abdi negara teladan spt Pak ROYADIN di negaraku…walaupun ibarat spt mencari jarum ditumpukan jerami…semoga masih ada…

  93. Tak cukup rasanya kita hanya cercengang
    Tak cukup rasanya kita hanya menangis
    Kapan kita bisa seperti mereka
    Berbuat …………
    Bekerja ………….
    Untuk kejayaan bangsa
    Indonesia tercinta
    Sejahtera untuk semua
    Semoga

  94. Dadi Polisi Iku kudune Ngunu…Ha nek seng ngelanggar Marinir,,kebanyakan polisi kuwi ora wani e…hehehehehe….Patut di contoh Poilisi kyok ngene iki….

    salam kenal semuanya….

  95. Gileee ni tulisan dan kisah bisa buat inspirasi buat sinetron atau film lepas, why not… Ajaran dan pendidikan nuansanya begitu kental dari kisah ini begitu sesuai dengan phenomena sekarang. Siapa yabg akan memulainya para sineas?????

  96. Inspiring….. Andai saja sikap seperti ini masih bisa kita jumpai di negeri ini, alangkah jayanya, tapi sayang sikap seperti itu di jaman ini seakan punah. Smoga suatu saat ini lahir pemimpin dan penegak hukum seperti ini.

  97. Terima kasih atas tulisannya, saya kebetulan seorang polisi dan sungguh saya merasa bangga mempunyai kolega sesema polisi seperti Pak Royadin. Selama ini sulit mencari polisi yang dapat menjadi contoh kesederhanaan, kejujuran, kesetiaan dan keberanian dalam menjalankan amanah mereka sebagai polisi. Selama ini polisi baik yang dikenal masyarakat baru Pak Hugeng…, saya salah satu berharap akan banyak lagi polisi-polisi seperti Bapak Royadin dan Bapak Hoegeng….

  98. kalo skrg, kekuasaan dan kewenangan digunakan utk mendatangkan fulus. termasuk voorijder yg banyak dipakai buat kepentingan pribadi, spt pernah dituturkan seorang penyanyi “sesuatu banget” yg menggunakan “jasa” voorijder utk membuka jalan krn mengejar show di tempat lain. semoga keduanya mendpt tempat yg terbaik di sisi Allah dan ampunilah dosa keduanya, aamiin..

  99. Selamat pagi Pak Mayjen Nanan (wakapolri saat ini). Saya hanya mau melaporkan tindakan terpuji seorang anggota Polri – yang sekarang sudah tidak lagi bersama kita (mengikuti kata bapak “Kalau ada Polisi yang baik, laporkan jugam ya”). Nanti kalau ada yang tidak beres, Insya Allah akan saya laporkan juga

  100. Saya terharu dan menitikkan air mata sebelum selesai membaca kisah ini. Sungguh priyantun yang mengedepankan tugas dan tanggungjawabnya. Salut untuk polisi Brigadir Royadin dan Sinuwun Sri Sultan IX.

    Andaikan di jaman ini semua pejabat berlaku seperti Sultan HB IX, tentu negara ini akan menjadi sejahtera, insya alloh…

  101. Subhanallah,, Cerita ini Sungguh Inspiratif sekali,, bangsa ini merlukan sekali sosok pemimpin seperti HB IX.. dan bangsa ini juga haus akan aparat pemerintahan seperti bpk Royadin… yang tak pandang bulu dalam mengemban amanat RAKYAT….

  102. orang2 besar tidak pernah mengutamakan amarah..🙂 cerita bagus.. semoga di indonesia ini cepat lahir pemimpin seperti bapak2 dalam cerita..

  103. Bravo sangat membanggakan disaat indonesia skrng lg sekarat ada tauladan dr sang penegak hukum dan seorang pejabat negara…..yg sepertinya tdk akan bs terjadi saat ini…mknya NKRI semakin terpuruk…

  104. salutttt…. Bangga pada sosok polisi yang disiplin terhadap peraturan… Dan bangga mempunyai seorang pejabat tinggi yang mengakui kesalahannya. Anda saja pejabat sekarang seperti beliau.. Semoga amal ibadahnya diterima allah swt. Amien….

  105. jaman sekarang mana ada pejabat negara dan kepolisian bisa mencontoh sikap yang sangat bijak dari beliau2 ini..yang ada dipikiran pejabat sekarang gimana dapat uang banyak untuk kepentingannya sendiri…benar2 pemimpin dan abdi negara yang punya jiwa besar..salut…

  106. tak terasa meneteskan air mata ketika membacanya………selamat jalan pak royadin…….semoga semua amal kebaikan dan ketegasannya menegakkan hukum diterima di sisNya…..amin2x yra

  107. itulah karakter bangsa kita yg sesungguhnya……………..jujur, sederhana dan patrotism……meski skrg ini sdh banyak petinggi maupun petugas/aparat yg terkontaminasi dgn dunia semu, tapi saya yakin masih banyak yg berjiwa nasional dan penuh dedikasi…..Amin

  108. dijaman skrg ini msh ada segelintir org seperti beliau…namun….lagi2 kekuasaan & uang sll menindas org2 sprti mereka….BRAVO utk tmn2 pejuang yg JUJUR & memihak kpda yg benar!

  109. dewanta991975 :
    I’m very surprised & proud with Alm.Royadin.You are a real policeman in my hearth & other peoples.For Sri Sultan Hamengku Buwono IX is brave man & heros of this country.The sweety story for this moment.Best regard.Dewanta Aries Sandy

    iya tuh,, udah sok pake bahasa Inggris, salah lagi tata bahasanya… hehehee…

  110. Sulit dijaman sekarang menemukan sosok polisi maupun sosok pejabat seperti itu,kadang tuntutan tugas yang tegas akan menjadi bumerang kepada si petugas tersebut.salut,palut.

  111. Subhanalloh… dua orang yang sangat pantas untuk dicontoh dikehidupan saat ini yang sudah sangat bobrok.

    terimakasih artikelnya.
    salam,

  112. Selaku penulis riwayat sederhana ini , saya ucapkan banyak terima kasih kepada semua komentator terutama kepada admin web ini. Alhamdulillah teladan pak Royadin dan pak Sultan juga bisa menjadi teladan bagi institusi kepolisian dan pemimpin bangsa lainnya , situs humas mabes Polri kemarin juga telah memasukkan cerita ini pada situs mereka yang semoga dibaca oleh segenap anggota polri yang sekarang banyak dikeluhkan masyarakat. Pak Royadin memang selalu memegang kalimatnya. Ketika saya menikah dulu , ayah melarang saya untuk mengundangnya karena kondisi beliau sudah tua untuk perjalanan jauh ke Jakarta. Namun sehari selepas pesta pernikahan , tiba-tiba kami dikejutkan oleh kedatangannya yang diantar oleh seseorang dari terminal bus, ia tahu tak diundang karena dianggap kondisi tubuhnya yang tua namun itu dibantahnya dengan hadir ke jakarta , sendiri, meski istri melarangnya. Sampai akhir hayatnya, tak ada niatnya mengagungkan diri dengan jiwa lurus bhayangkaranya sehingga tak ada perhatian khusus kepadanya. Dengan hidupnya yang apa adanya , saya selalu mendapatkan pelajaran dari sikap dan cerita yang ia tuturkan bukan untuk menyombongkan diri , tapi untuk membekali kami menjalani hidup ini. semoga Doa dari semua yang membaca , dapat mengalirkan pahala kebaikan bagi dirinya di alam barzah , karena hal itu jauh melebihi dari bintang jasa yang disematkan oleh orang tertinggi di negeri ini sekalipun kepadanya.
    Salam , Aryadi Noersaid
    Seseorang yang bercita cita menginspirasi dunia lewat tulisan sederhana

    original posting @:

    http://sejarah.kompasiana.com/2011/06/25/sultan-hb-ix-polisi-pekalongan-the-untold-story/

    1. Pak… sungguh tulisan bapak sangat menginspirasi … cerita tentang keteguhan hati, cerita yang langka di negeri yang tengah dilanda sifat hedonis ini. Sebenarnya cerita ini adalah cerita biasa…. tetapi menjadi sangat luar biasa karena kondisi bangsa Indonesia yang sudah tidak memiliki panutan lagi. Pemimpin hanya mengejar kepemimpinannya, jarang ada pemimpin yang betul2 menjadi pemimpin. Pemimpin Indonesia saat ini tidak memberikan contaoh yang baik dalam berperi kehidupan. Saya doakan semoga bapak selalu sehat sehingga dapat selalu menginspirasi dengan tulisan-tulisan sederhananya…. mohon ijin saya muat di blog saya ya pak trimakasih

    2. Tulisan Anda bagus, Bung! Sebagai penulis Anda layak mendapat penghargaan apapun bentuknya setidaknya dari Humas Polri kali ya… Dan tanpa mengurangi keikhlasan dalam pengabdian, Paman Anda juga layak mendapat “penghargaan” khususnya dari kepolisian. Tapi kalo gak dapat juga gak mengurangi “nilainya” kok… Saya sih berprasangka baik saja bahwa cerita ini benar….

      1. @mas endarto :terima kasih apresiasinya , Saya hanya menuliskan , tidak ada hubungannya dengan hak mendapatkan penghargaan apapun dari cerita ini . hanya doa untuk beliau berdua dari pembaca yang bisa memberikan nafkah di alam mereka sebagai buah kebaikan semasa hidup mereka. Sesuai cita cita saya , hanya sebagai orang yang ingin menginspirasi dunia dengan tulisan sederhana saja, bukan dengan fiksi atau cerita tak berdasar lainnya.

  113. Orang besar ….. Sri Sultan HB IX dan Pak Royadin ……… beda posisi tapi tetap teladan atas sikapnya yang benar-benar Rrrruaaaarrrr biasa ………..

  114. saya tertegun membaca cerita ini dia tak pandang bulu utuk mengatakan yg sala itu sala, semoga allah menempatkannya disisinya amin

  115. saya sampe meneteskan air mata… bener2 terharu baca kisah ini… semoga beliau Pak Sultan IX dan juga Brigradir Rosadin diberikan tempat terbaik di sisi Allah amin

  116. Salut Buat Bapak Brigadir Royandi dan Bapak Sultan
    masih adakah di Republik ini yang mencontohkan ketegasan dan rasa tanggung jawab terhadap apa yang di embanya

    saya doakan semoga amal ibadah beliau berdua diterimaNYA.
    Ammiinn…..

  117. pagi,..yg indah ini…saya membuka FB saya biasa saya baca info2 yg asa diberanda, karena banyak saya bertaut dengan rubrik2 info FB,..salah satunya jogjaku, dan yg lain seperti KF, TMC, dan masih banyak lagi…setelah saya liat berita teratas saya tertarik untuk membaca lebih lanjut, yg judulnya,
    “Kisah Nyata: Ketika Sri Sultan HB IX terkena tilang di Pekalongan”, ternyata setelah selesai semua saya baca negitu menyentuh cerita ini,.dan setuju semua komen2 yang ada, kebesaran hati seorg pemimpin yg benar menjadi pemimpin.dan ketegasan seorg petugas tanpa memilih2 dalam tugas beliau, begitu menyentuhnya saya terharu dan meneteskan air mata…

  118. Sungguh mulia Brigadir Royadin dan Sri HB IX, kita sekang sudah sangat sangat sangat sult menemui orang yang besifat mulia menegakkan aturan walau yg melanggar seseorang yang dihormati salah tetep salah, coba POLISI skrg begitu minimal 50% sungguh damai INdonesia, tp sayang POLISI skrg mata duit buat apa di tilang lbh baik damai pisss

  119. Umpama saja dijaman sekarang ini masih ada orang seperti Sinuwun dan brig. Royadin maka gak akan ada korupsi di negeri ini.
    Tauladan yg harus di contoh para pejabat dan penegak hukum di negeri ini….

  120. Ini cerita kedua yang saya baca tentang kebesaran dan keluasan hati Sultan HB IX. Yang pertama, tentang seorang penjual jamu yang karena kelihatan kecapekan, ditawar sinuhun menumpang mobilnya. Mbok Jamu yang tidak tahu persis orang yang membantunya menerima saja tawaran sinuhun. Baru kemudian setelah sampai dan orang-orang memberi tahu bahwa yang mengantar tadi sinuhun, kontan tukang jamu itu pingsan. Jadi intinya, saya percaya kebenaran cerita ini. Bukti lain, sinuhun ndak pernah peduli ketika sejarah mencatat bahwa ide Serangan Fajar (seperti di film layar lebarnya) diakui sebagai ide Suharto. Belakangan setelah Suharto turun beredarlah cerita bahwa ide itu datang dari Sultan HB IX. Raja sejati yg tak keberatan Yogya bergabng ke NKRI, walau di kemudian ahri disakiti.

  121. Yang jadi pertanyaan:
    1. Masih adakah pejabat-pejabat pemerintah di Indonesia saat ini yang berjiwa besar seperti Sri Sultan Hamengkubuwono IX ?
    2. Masih adakah polisi yang bersikap tegas sebagaimana yang dilakukan Brigadir Royadin? Andaipun ada, apakah dia akan tetap bisa menjadi seorang Polisi?
    Jawabnya terserah Anda.

    1. kalau ada polisi yg melakukan seperti yg di lakukan P Royadin di jaman sekarang, kemungkinan besar juga akan mengalami seperti apa yg dialami P Royadin, yakni di marah-marahi atasannya dan kemudian di mutasi, cuma bedanya mutasi nya ke pedalaman dan pangkatnya gak bakalan naik-naik…hehehe…

  122. POLISI TELADAN julukan yg mgkn paling pantas buat pak royadin dan penghargaan yg setinggi2nya kpd beliau….semoga polisi2 indonesia bs meneladani beliau…

  123. Ketika seseorang memutuskan sesuatu dari nuraninya..saat itulah alam dekat dengannya..selama hayat dikandung badan..
    Sebenarnya banyak polisi,tentara atau pegawai lain yg spt itu..kalau dia berada di ekosistem sampah,mereka akan ttp terlihat bagai berlian suatu ketika..

  124. Sungguh, suatu contoh nyata,sebuah kisah nyata dgn kesederhanaan ,kejujuran,ketulusan,keluasan jiwa,dan kemurnian kultur budaya kita indonesia,dgn santun tp tegas benar2 menyentuh membuat sy terharu membaca dan berusaha memahami dgn keadaan zaman sekarang yg begitu kontras.

  125. Subhanalloh….moga2 akhlak dan laku pejabat dan pimpinan bisa meniru keikhlasan dan kelurusan hati kita….Mbrebes mili,,,,ati sesak….membaca tulisan pendek penuh makna ini…

  126. Suatu pengalaman yg berharga dari almarhum royadin dan dapat di jadikan contoh buat generasi muda polri di masa depan, jadilah polri yg dapat melindungi, mengayomi dan melayani serta dapat meneggakkan hukum sesuai aturan yg berlaku guna kepentingan masyarakat bangsa dan negara, tks pak royadin kami akan selalu bangga kepadamu.

  127. Aku bayangin para polantas pasti mencibir baca cerita dia atas ama komentar temen2, mencibir lalu melanjutkan tugasnya sembunyi di balik pohon nunggu motor yg akan melanggar rambu lalu lintas yg sudah tertutup pohon

  128. Yang diatas (sinuhun) menghormati aturan dan rendah hati, yang dibawah (alm royadhin) tegas menjalankan aturan tanpa pandang bulu, yang ditengah (komisaris) penjilat sejati yang hanya cari aman.
    Sayangnya di negara kita ini lebih banyak orang seperti komisaris penjilat ini.

  129. Asli!!nangis terharu!!Terharu dg ketegasan dan kesahajaan Bpk Royadin sbg seorang Polisi (skrg sdh langka Polisi spt itu-hmpr punah kali) juga terharu dg kebesaran hati Sri Sultan HB IX sebagai pemimpin tp tetap mengakui kesalahan yg Beliau lakukan tanpa mengedepankan jabatan atau kekuasaan Beliau (ini lebih luangkaa lagi-1 juta 1 kali). Semoga suatu saat akan berkembang biak lagi Polisi2 baik dan Pemimpin2 adil spt mereka di bumi Ibu Pertiwi ini,Amien….

  130. Sosok pemimpin yang dinanti di negeri ini, Almarhum Sri Sultan Hamengkubuwana IX dan Almarhum Brigadir Royadin. Kita menantikan sosok-sosok seperti mereka agar negeri ini menjadi lebih baik, bukan sosok yang mementingkan jabatan dan tukang korupsi.

  131. q seorang ibu dr 2 org putra…
    karakter bangsa timur begitu melekat pada beliau. betapa bangga org tua beliau ya…
    mari bsama2 kita cetak generasi penerus bangsa….agar identitas bangsa seperti yg ad pada beliau tidak tertepis waktu.
    berat memang apalagi tuntutan ekonomi yg kadang menjadi jebakan bagi ibu2 seperti saya…
    yang memang harus berjuang jadi ibu, istri dan karier….

  132. terharu banget………sampai menangis…………… Semga kita bs menteladani sikap yg dicontohkan sinuwun pd kita smua………….agar menjadi pribadi yg rendah diri……..;)

  133. brigadir Royadin …………Pantasnya dia jadi KAPOLRI……….pasti bangsa ini aman dari Polisi-polisi Korup..atau mungkin jadi Presiden sekalian

  134. Dahulu Kapolri pertama RI Pak Hoegeng pernah ditanya oleh presiden Soekarno kenapa namamu agak aneh, bukan soegeng aja biar lebih familier. Tp oleh Pak Hoegeng dijawab, Di desa saya nama soekarno itu adalah seorang buruh/pembantu. Begitulah pejabat dahulu, menerima kritik sudah hal yg biasa dan tidak ada jarak antara Presiden dan Pembantunya krn mereka saling membutuhkan.

  135. Selalu ada orang baik di tengah2 kita … ga perlu mengumpat2 kondisi hari ini, namun cerita ini sungguh menjadi mentari pagi yang membuat kita optimis dengan negara ini🙂

  136. Sri Sultan Hamengkubuwono IX melanggar Verboden karena bingung menrurusi selir-selirnya, sementara ia sendiri tidak punya istri. Ketika jadi Wapres kemana-maan sendiri saja. Beliau sudah terbiasa melangar aturan, masa gubernyanya juga seumur-umur padahal di provinsi lain 5 tahun atau 10 tahun saja.

  137. kisah nyata yang sederhana tetapi syarat makna tak terasa butir air mata menetes, ketegasan dan kearifan yang luar biasa. semoga jadi teladan buat kita semua.

  138. Harusnya mental + pribadi para pejabat tinggi kita sama dengan mental + pribadi Brigadir Royadin juga Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Sebagai Polisi Brigadir Royadin sudah melaksanakan tugasnya dengan baik,s esuai prosedur dan aturan yang erblaku, meski dia tahu siapa yang ditilang. Begitu pun Sri Sultan Hamengkubuwono IX, meski dia mempunyai kekuasaan tak lantas menggunakannya, karena beliau tahu memang melanggar peraturan.

  139. Ini yg namanya “Sengsara membawa Nikmat”… Semoga menjadi “Tauladan” bagi kita Semua, & Semoga Allah mengampuni sgl dosa2nya serta memberikan tempat yg layak disisinya, amien2 YRA

  140. Subhanallah…..cerita nyata yang harus menjadi teladan bagi siapapun, profesi apapun, di manapun. Jika masyarakat kita memiliki kepribadian seperti mereka, Insyaallah kita akan menjadi bangsa yg besar dan terhormat di mata dunia dan di hadapan Tuhan tentunya.

  141. Sungguh kejadian langka di Republik ini yang diharapkan bisa menjadi suri tauladan bagi kita semua, terutama untuk petugas Kepolisian dan para Pejabat Tinggi Negara…..

  142. subhanallah… orang seperti BELIAU2 sudah langka di negeri ini, atau bahkan hampir punah… semoga Tuhan memberikan ORANG2 seperti itu lg di negeri ini… sekarang melihat pejabat dan aparat dengan sombong lewat di jalan raya dengan bebasnya melewati trafic light dan dengan bunyi sirine yang begitu nyaringnya seakan meludahi rakyat yg terjebak kemacetan akibat mereka… saya bangga kepada ALM. SULTAN HB IX dan ALM. ROYADIN, semoga mendapat SURGA yang layak di SISI ALLAH… AAMIIN

  143. jadi ingat saat2 th 1988 ketika Sinuhun HB IX wafat…meninggalkan kesedihan dan isak tangis seluruh warga Jogja…sedih ditinggal oleh pemimpin dan rajanya, seorang yg penuh wibawa, kenegarawanan, rendah hati, berjiwa besar…seorang pemimpin sejati!

  144. Semoga masih ada Pak Royadin….Royadin ..lain di Kepolisian dan Pemimpin seperti Sultan Hamengku Buwono IX di Republik ini…………..Ojo Mimpi Kaliiiiii……………………………Wallahualam

  145. contoh yang sangat baik, tapi saya jadi ingat ada ungkapan “diantara 10 orang gila, 1 orang waras adalah yg dianggap gila”, demikian pula dengan yg terjadi di republik ini dimana permasalahan polisi adalah masalah sistemik.
    Kuncinya adalah sistem kontrol terhadap polisi itu sendiri dan sistem pelaksanaan tilang. Bila kepolisian kita memiliki unit internal affair yg independent dan capable maka kinerja kepolisian tentu lebih baik. Lalu, bila kita memiliki sistem tilang seperti di (ngga usah jauh-jauh) singapura, maka penyelewengan akan tereliminasi, Untuk awalnya, hal2 mengenai pengaturan lalu lintas mulai dari pembuatan sim & stnk sampai pembayaran pajak dilepas dari kepolisian. Tapi juga jangan dilimpahkan ke dephub karena disitu lebih rusak. Mungkin lebih baik dibentuk badan lalu lintas nasional tersendiri.

  146. subhanallaah…. luar biasa langka sekarang, orang macam beliau-beliau ini.
    polisi sekarang (meski gak semua, saya yakin masih ada yang memegang idealisme itu meski sedikit) malah suka nilang buat nyari duit….
    pengalaman saya pribadi, saya kena tilang malam-malam di pertigaan karena tidak terlalu memperhatikan tanda lurus ikuti lampu, saya minta surat tilang yang warna biru karena saya ngaku salah (dan pinginnya langsung transfer ke BRI biar duitnya ke kas negara), malah disodori wajah dan tampang yang nggak enak, nada suara marah dan sambil ditakut-takuti dikenai denda maksimal (sesuai UU yang saya baca malam itu, denda maksimal melanggar lampu merah 500ribu dan STNK juga 500ribu–> salah bawa STNK, motor satunya yang kebawa STNKnya). ya udah, ngotot minta yang biru dan saya harus transfer SATU JUTA untuk denda. gak apa-apa, memang saya salah udah ngelanggar, juga itung-itung buat bantu bikin jalan raya. heheheee…..

  147. Top markotop. Beginilah seharusnya sikap dan tindakan seorang petugas dan seorang pemimpin di negeri ini. Ada ketegasan, kedisiplinan dari seorang petugas dan ada kearifan , kebijakan seorang seorang pemimpin. Kisah keteladanan bagi kita smua.

  148. dua sosok orang anak bangsa yang memiliki integritas diri yang unggul. patut di wariskan kepada semua insan negri ini yang masih memiliki kepedulian terhadap kehidupan berbangsa. menjadi PR buat kita semua yang sudah membaca kisah ini. kiranya dapat diamalkan dan menjadi inspirasi dalam segala hal yang kita lakukan, kapan, dan dimanapun. Great!

  149. cerita yang menyentuh..setetes embun di padang gersang..betapa tidak kebesaran seorang Raja yang tidak menunjukan “kekuasaannya” (yang orang bilang feodal bgt), ketika bertemu dg rakyat kecil..yang teguh pendirian dan komit pada pekerjaan.. yang berkuasa menyadari kesalahannya, yang bertugas taat pada aturanyya. Dua tokoh yang perlu di contoh…!! Ini bukan dongeng, tapi cerita nyata…! Menyentuh BANGET!!

  150. Salut. Deh ma p.polisi spt ni,,sma kyk bpk ku,,walu dh jd polisi 25th,tp msih g py apa2,mtrnya cm naik mtr buntut yg usianya dh 15th,jd polisi yg patuh lbh bersahaja lbh bahagia,n lbh di cintai masyarakat,krna smua psti da karmanya,,kta babe ku,..sory jd nyankut babeku ya..maaf ya..cz salut ma polisi2 spt ni

  151. Semoga kisah ini dapat dicontoh oleh polisi-polisi saat ini yang harus yakin bahwa dengan berbuat baik hari ini akan mendapat lindungan dan ganjaran dari Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, karena masa depan hanya Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan kita hanya diperintahkan untuk berbuat baik taat kepada Alloh dan Rosul Nya.

  152. luar biasa menginspirasi…kejujuran,kepatuhan pd peraturan tanpa pandang bulu dlm penerapannya…itu yg hilang dlm kehidupan berbangsa d bernegara saat ini…smoga muncul lg royadin2 yg baru,yg akan tegakkan kejujuran,ketegasan d kepatuhan pd aturan yg berlaku

  153. Sebuah kisah yang luar biasa…….membacanya membuat aku merinding dan menitikkan airmata,merekalah orang-orang besar yang sesungguhnya….

  154. Semoga pemimpin Indonesia bs spt Sultan HB IX sehingga jg bs memunculkan Royadin2 yg lain yg mampu menegakkan wajah Indonesia yg saat ini sdg tertunduk malu

  155. Kira-kira apakah ada polisi masa kini yang membaca kisah polisi hweroik ini, jujur aja aku nangis terus waktu mengenang kehebatan Royadin sebagai polisi jalanan yang tegar dan tegas.

  156. Alm. Pak Sultan emang jempolan! Pak Sultan чªñƍ sekarang n sebelum2nya juga jempolan! Bangga sbg wong Jogja dengan pemimpin seperti bapak Sultan-ku! N bangga jg dengan Alm. Pak Royadin! Sebagai polisi Чǝлƍ “amanah”! Jaman sekarang masih ª∂a̲̅ Ъќ sech polisi Чǝлƍ seperti beliau ?!??? (˘͡˛ ˘͡ ) Fiuhhh ….

  157. tiga nilai moral yg saya temukan di cerita ini:
    pertama, kebesaran dan kerendahan hati sinuwun, sudah hilang di pejabat kita skrg
    kedua, ketegasan pejabat polisi, sudah sangat jarang terjadi skrg
    ketiga, kecintaan seorang anak daerah thd tanah kelahirannya, sudah jarang juga skrg

  158. izin copas n broadcast ya mas,,menginspirasi bgt,,bangsa kita merindukan orang2 spt beliau2 ini,,mudah2an msh ada yah orang2 spt beliau…

  159. Aku bangga dengan 2 PAHLAWAN Besar ini, Almrhm Bp.Royadin dan Almrhm Sri Sultan HKBW IX, Semoga amal baik dan JAsa2 nya diterima di sisi ILLAHI , diampuni segalakesalahannya dan ditempatkan disisi-NYA..amiin

    Dan Sangat berharap dengan DOA dan Air Mata, Semoga diturunkan sifat2 mulia ini di generasi penerus sekarang ini dan selanjutnya… AMIIIIInn.

    Best Regards
    Bestari Family, Tambun – Bekasi

  160. Wah kalau pejabat dan aparatur negara indonesia seperti itu semua , saya yakin Indonesia lebih besar dari China atau negara Eropa lainnya sekarang….yah tapi gimana lagi…..sepertinya butuh ratusan tahun untuk merubah perilaku bangsa kita, soalnya dah mendarah daging…:)
    .

  161. hebat, luar biasa, kisah yg amat inspiratif, persis pula seperti yg terjadi kepada alm eyang dan ayah saya, Heri Purwoko, mekanik PERTAMINA, yang tak mau sedikitpun bernegosiasi untuk kenaikan pangkat, meski ia adalah Lulusan terbaik no.2 P3B ankatan ke 7, sekolah pendidikan perwira Laut di Semarang….. Sikap yang akan selalu kami pegang, putra-putrinya, tak kan pernah sedikitpun, kami makan dari hasil korupsi atau nepotisme, meski hanya satu rupiah….

  162. INILAH KISAH PAHLAWAN SEJATI DAN PEJABAT YANG TIDAK MANDAN BULU SAPA YANG SALAH TETAP DITINDAK,AKAN KAH ADA PAHLAWAN SEPERTI BELIO-BELIO INI ……..SEMOGA BELIO-BELIO MENJADI COTOH GENERASI BERIKUTNYA >>> SEKARANG PALING BANYAK PAHLAWAN KOROPSI YANG TIDAK MEMENTINGKAN MANA YANG BENAR DAN YANG SALAH MALAH MEMENTINGKAN PERUTNYA SENDIRI-SENDIRI.

  163. saya klw membaca sesuatu hanya point2nya saja namun cerita di atas saya membacanya sangat pelan, huruf demi huruf saya baca tak terasa hati bergetar.
    2 makhluk Alloh dengan segala perbedaanya mempunyai perilaku yang patut kita tiru.

    Terima kasih telah sharing…

  164. itu baru rakyat indonesia yang mau maju di mulai dari perilaku dan kewibawaan. saya membacanya sampai berulang kali dan memang benar itu adalah orang indonesia budaya kita yang kita andalkan. sekarang mana ayo tunjukkan jangan hanya mengejar kekuasaan dengan melupakan kebudayaan.

  165. dan patut di catat dalam keseharian pak royadin hanya naik sepeda ontel bkn spd motor….saluut utk kanjeng sinuhun hb ix dan pak royadin almarhum/wartawan tv

  166. patut di catat pak royadin dlm keseharian hanya naik sepeda ontel tdk naik motor apalagi mobil,saluut untuk sinuhun sri sultan hb ix dan pak royadin almarhum

  167. harkat,martabat tanggung jawab dan ketegasan yg d junjung tinggi…salut…untk jaman sekarang yg tak bs d temukan…cerita yg mencerminkan keberanian..semoga menjadi pelajaran u kt…amin

  168. kisah nyata dan pengalaman hidup yang luar biasa alm. Bp.Royadin seorang polisi yg patuh dan taat akan sumpah, dan tidak silau oleh hadiah2, dan seorang Radja yang sederhana, arief dan bijaksana yang tidak menyombongkan ataupun memamerkan bahwa dirinya adalah seorang Radja, namun tetap penuh dengan kharismanya …
    Sinuwun Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Bp Royadin, pantas untuk menjadi contoh bagi pejabat2 di negeri Indonesia ini, dimanapun dan apapun jabatannya..

    mungkin tidak banyak orang yang membaca kisah indah ini,,alangkah lebih baiknya apabila pemerintah daerah Pekalongan khususnya kepolisian, mendirikan monumen untuk mengenang bahwa pernah ada seorang polisi yang menjalankan tugasnya dengan baik..dan seorang pejabat ( Radja ) yang dengan ariefnya mengakui kesalahannya bahwa telah salah jalan dan menyerahkan rebuesnya kepada polisi untuk ditilang,
    semoga alm.Sinuwun Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Bp, Royadin senantiasa damai dan bahagia disisi Tuhannya…amin

  169. top tenan polisi jaman biyen, nek jaman saiki, nek kecekel polisi neng dalan, polisine ora bakalan ngomong “selamat siang pak” tapi ngomong e mesti “makan siang pak” , kapan majune Indonesiaku iki? aku cinta Indonesia tapi wong wong an e sing marake Indonesia bubrah

  170. Bangsa ini tak diragukan lagi pernah jadi bangsa yang disegani. Itu karena masih banyak ditemui orang2 seperti pak royadin dan sri sultan hb ix. Tapi saat ini? bangsa ini semakin terpuruk karena susah sekali mencari orang2 yang bisa menjadi teladan. Paling tidak dengan cerita ini, mudah2an bisa menggugah kita semua untuk menjadikan beliau2 tsb sebagai suri teladan kita.

  171. Kisah ini sangat inspiratif dan sepatutnya diteladani. Dua toko besar yang sangat membanggakan!!! Tindakan dari keduanya seharusnya di ikuti oleh para pejabat dan aparat kita di masa sekarang.

  172. Baik utk pembelajaran pada pelatihan kader kepemimpinan dimulai dari tingkat dasar shg diharapkan dpt terpatri sbg suatu perilaku disaat hrs mengemban suatu amanah apapun.

  173. “Syukur alhamdulillah” itu lah yg hrs kita ucapkan krn kita msh mempunyai org yg arif dan bijak dlm menjalankan hidup di dunia.saya sangat bangga dgn seorang polisi tsb dlm menjalankan tugasnya sbg aparat negara,.bgitu pula dgn seorang pemimpin yg tdk mrsa elitis tsb,.ia merupakan seorang pemimpin yg rendah hati dan tdk sombong dgn status yg ia emban..Semoga kita semua bisa menjadi lbh baik dr sebelumnya dgn mencontoh prilaku ke 2 org tsb sbg suri tauladan dalam menjalani kehidupan di dunia,.

  174. Wow,, ternyata seorang Sri Sultan pun bisa melanggar lalu lintas ya?? Btw pak aryadi bagaimana saya bisa yakin kalau cerita ini bukan cerita fiktif??

  175. tidak banyak comment…
    intinya perilaku yang perlu kita jaga dan lestarikan
    diatas hanya sedikit contoh perilaku Sinuhun yg ketahuan saat di luar kota, belum lagi saat Sinuhun yang sering keliling jogja menggunakan becak melihat rakyatnya.
    izin share ya om