Peta Wisata Gunung Nglanggeran


Teletak di desa Nglanggeran Kecamatan Patuk, tempat wisata ini dapat ditempuh sekitar 15 menit atau sekitar 22 km dari kota Wonosari. Gunung Nglanggeran menyajikan pesona tersendiri. Bentang alamnya memiliki keindahan yang secara geologi sangat unik dan bernilai ilmiah tinggi.
Nama Nglanggeran ternyata berasal dari kata planggaran yang bermakna setiap perilaku jahat pasti ketahuan. Ada pula yang menuturkan, nama bukit berketinggian 700 meter di atas permukaan laut ini dengan kata langgeng artinya desa yang aman dan tentram.

DI Gunung Nglanggeran terdapat juga  28 mata air. Tepat di samping Goa Jepang, terdapat sumber mata air yang tak pernah kering sepanjang masa. Warga meyakini sumber berupa rembesan air itu berasal dari telaga mistis yang dijuluki Telaga Wungu. Konon, hanya orang berhati bersih yang mampu melihat keberadaan telaga itu. Air dari gunung Nglanggeran sering diambil abdi dalem dari Kraton Yogyakarta sebagai sarana mohon ketentraman dan keselamatan semua masyarakat DIY.

Potensi Wisata di Bukit Nglanggeran bagian barat

Lokasi ini oleh masyarakat sekitar disebut Song Gudel ( Kandang Anak Kebo ), karena dilokasi tersebut terdapat batuan besar yang “disonggo” batuan yang lebih kecil dan membentuk seperti goa, yang menyerupai kandang. Pemandangan sekitar lokasi berupa gundukan batuan besar dan ada variasi vegetasi disekitarnya, seperti sengon dan akasia. Dari lokasi ini menuju lokasi selanjutnya yaitu Zona Senthong kurang lebih memakan waktu 3-5 menit.

Lokasi yang kedua disebut Zona Senthong (celah dua bukit), pada lokasi ini wisatawan akan disuguhkan dengan himpitan dua tebing yang harus dilalui agar sampai ke lokasi selanjutnya. Dilokasi in wisatawan turut diuji, karena jarak antara celah awal sampai dengan jarak celah akhir cukup jauh kurang lebih 50m dan harus terus merayap.

Nah sebelum menuju ke lokasi ke 3, wisatawan bisa beristirahat sejenak dan menikmati pemandangan alam yang begitu mempesona lewat Shelter (saung) yang telah disediakan oleh pihak pengelola/Karang Taruna Bukit Putra Mandiri desa Nglanggeran.

Lanjutkan perjalanan menuju lokasi ke 3 yaitu Tlatar Gedhe yang memakan waktu kurang lebih 10 menit dari Zona Senthong (tidak istirahat di Shelter). Jalur yang ditempuh cukup menantang, melewati batuan vulkanik, dan sesekali melewati semak belukar tetapi jangan menyerah dulu karena dilokasi ini panorama yang disuguhkan begitu indah dari tipe vegetasi yang bervariatif sampai bentang alam yang memiliki perbedaan warna yang mencolok. Suasana ini sangat meningkatkan kualitas pemandangan dilokasi Tlatar gedhe. Dari Tlatar Gedhe menuju Gunung Kelir menghabiskan waktu kurang lebih 10 menit.

Dari Tlatar Gedhe kita bisa melanjutkan perjalanan menuju lokasi ke 4 yaitu Gunung kelir, dinamakan Gunung Kelir karena bentuk gunungnya datar menyerupai kelir dalam pewayangan yang merupakan kain putih latar dimana wayang dimainkan. Mitos yang berkembang dimasyarakat adalah jika ada pertunjukan wayang di sebelah barat laut/membelakangi gunung ini maka bisa diramalkan akan terjadi kejadian yang tidak diinginkan. Oleh sebab itu masyarakat sekitar selalu menghindari hal-hal tersebut. Dilokasi ini pula terdapat himpitan 2 bukit yang mau tak mau wisatawan harus melewatinya agar bisa sampai ke lokasi selanjutnya yaitu “Sumber Comberan” yang dimana setelah melewati celah tersebut kita akan sampai pada sebuah lokasi yang tidak terlalu luas didalam, dan terdapat sumber mata air di puncak. Dilokasi Sumber Comberan ini biasanya juga digunakan sebagai tempat Ritual bagi mereka yang percaya akan dunia mistis untuk mendapatkan wahyu dan keberhasilan apa yang diinginkannya.

Menuju lokasi selanjutnya yang tak kalah menarik pula yaitu Puncak Gunung Gedhe. Perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan menuju lokasi ini sekitar 15 menit dari Sumber Comberan mampu terbayarkan dengan pemandangan yang aduhai dan sangat mengesankan, karena bukit-bukit yang kita lalui tadi dari selama perjalanan Nampak dari Puncak Gunung Gedhe. Tak bisa dipungkiri memang wisatawan betah berlama-lama dilokasi ini, karena memang pemandangannya sangat cocok untuk diabadikan.

Setelah naik bukit ynag penuh tantangan dan melelahkan namun mengasyikan, wisatawan diajak menuruni bukit menyusuri hutan rakyat ytang memiliki komposisi tegakan seperti sengon, Mahoni, Jati, dan beberapa lahan pertanian seperti jagung, ketela, dll. System Agroforestri memang sangat cocok diterapkan oleh masyarakat desa, karena selain menjaga kebutuhan  ekosistem dan ekologi mereka mampu memberdayakan lahan untuk tanaman pangan. Perjalanan kali ini cukup memakan waktu yang cukup lama sekitar 45 menit menuju lokasi berikutnya. Lokasi yang dituju yaitu pemandangan Bukit Wayang Abimayu. Dilokasi ini sekali lagi disuguhkan keindahan dari Sang Pencipta yaitu berupa puncak-puncak yang berupa batuan menjulang tinggi dan memiliki relief alam yang menakjubkan.

Lokasi selanjutnya adalah Goa Kaliwiyu. Goa ini belum di eksplorasi keanekaragaman hayatinya sehingga wisatawan hanya bisa menikmati perjalanan sampai dimulut goa saja. Dari lokasi sebelumnya kurang lebih menghabiskan waktu 8 menit perjalanan hingga ke lokasi ini.

Lokasi yang terakhir adalah Pemandangan air terjun musiman yang dari namanya saja sudah jelas bahwa air keluar dimusim hujan saja melewati celah-celah batuan. Selain itu terdapat point-point panjat tebing yang memang sengaja dibuat untuk wisatawan yang ingin menguji adrenalinnya. Lokasi ini cukup dekat dengan pendopo Joglo Kalisong yaitu kira-kira 50 meter desebelah timur pendopo.

Terdapat juga paket wisata:
Tiket: Rp. 3.000 (siang); Rp. 5.000 (malam)

Paket Wisata:

Paket Tracking (minimal 3 orang): Rp. 25.000 / orang
Tiket, guide, jelajah desa, kelapa muda / dawet khas Kalisong
Paket 4 jam di Dewa Pesona Purba (minimal 5 orang): Rp 35.000 / orang
Tiket, guide, jelajah desa, belajar budidaya kakao, kelapa muda
Paket Outbond 1 (minimal 40 orang): Rp 50.000 / orang
Tiket, guide, jelajah desa, game, belajar budidaya kakao, kelapa muda / soto omahan
Paket Outbond 2 (minimal 40 orang): Rp 100.000 / orang
Tiket, guide, jelajah desa, game, belajar budidaya kakao, flying fox, makan 1 X, snack 2 X
Paket Puncak Timur: Rp 100.000
Tiket, guide, jelajah desa, Tlogo Guyangan, misteri desa 7KK, sunset Nglanggeran, kelapa muda
Paket Sunset & Sunrise: Rp 300.000
Tiket, guide, jelajah desa, homestay, Nglanggeran sunset, Nglanggeran sunrise, snack 2 X

Keterangan: Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran dikelola sepenuhnya oleh Karang Taruna Desa Nglanggeran. Untuk informasi dan reservasi bisa menghubungi Sugeng Handoko (+62 818 0260 6050); Heru Purwanto (+62 818 0410 3999)

Bagaimana menuju kesana?

Ada 2 jalur jalan untuk menuju ke lokasi, jika dari arah Wonosari kita melewati Bunderan Sambipitu, ambil kanan arah ke dusun Bobung/kerajinan Topeng, kemudian menuju Desa Nglanggeran. Jika dari arah Jogjakarta : Bukit Bintang Patuk, Radio GCD FM belok kiri kira-kira 7 KM ( arah desa Ngoro-oro lokasi stasiun-stasiun Transmisi ), menuju desa Nglanggeran (Pendopo Joglo Kalisong/Gunung Nglanggeran).

Sumber: dari berbagai sumber dan dirilis dari Yogyes.com, kalisongku.wordpress.com

Penulis: jogjakini

Suka Traveling dan Jalan Jalan melihat hal baru

2 thoughts on “Peta Wisata Gunung Nglanggeran”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s