KIK UGM: Menimbulkan Parkir Liar Di UGM (11 Juta perbulan terbuang percuma)


Mendapatkan Durian Runtuh. Begitulah yang mungkin dirasakan oleh tukang parkir dan preman di seputaran gelanggang UGM. Bagaimana tidak, mereka mendapat limpahan dari mahasiswa baru yang tidak boleh menggunakan kendaraan roda dua.  Mau tau itungan kasar bisnisnya? Setiap kendaraan dikenakan parkir 1000. Jika dilihat kasar, setiap hari ada sekitar 300-500 kendaraan parkir yang menyesaki bahu jalan di seputar Kopma UGM. Belum lagi kendaraan yang makan minum di food court. Setiap hari perkiraan lebih dari 500 rb uang parkir beredar. Kalau 1 bulan tinggal dikali aja 22 hari (asumsi minggu dan sabtu libur) sebanyak 11 Juta loh…uang mahasiswa terbuang percuma. Kemana uang parkir itu? Ya masuk preman..lah terus penerapan KIK UGM bgaiamana sehingga ada parkir liar di dalam kompleks kampus? Tanya pak rektor deh solusinya..

Dilain pihak memang mahasiswa merasa kesulitan, terutama bagi mahasiswa baru yang tidak mendapat KIK. Cluster Sekip UGM memang tidak tersedia kantong parkir seperti dilembah. Yah  akhirnya terpaksa parkir solusinya. Kalau setiap hari 1000, setiap bulan mungkin biaya parkir mereka 30 rb. wuih..

Memang kesiapan penerapan KIK ngga matang. terbukti banyak mahasiswa yang motornya “klereran” di pinggir jalan. Solusi paling cerdas harus segera di cari dari civitas yang dihuni oleh orang orang tercerdas di Indonesia ini.

Penulis: jogjakini

Suka Traveling dan Jalan Jalan melihat hal baru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s