Pedagang Bunderan UGM Bersedia Direlokasi


Setelah sempat beberapa kali menggelar aksi unjuk rasa untuk menentang, pedagang kaki lima di sekitar Bunderan Universitas Gadjah Mada akhirnya bersedia direlokasi. Kemarin, tak terlihat satu pun PKL di sejumlah titik di kawasan Bunderan UGM yang biasa digunakan berjualan itu.

Bekas PKL yang ditinggalkan
Bekas PKL yang ditinggalkan

Kepala Bidang Humas dan Keprotokolan UGM Suryo Baskoro mengatakan relokasi para PKL akhirnya bisa terlaksana dengan damai, Senin (2/2) pagi. “Mereka memindahkan barang-barangnya sendiri,” ujarnya.

Kesediaan pedagang untuk pindah dengan sukarela ini dicapai setelah serangkaian diskusi antara PKL dan UGM. “Setelah paham bahwa maksud kami bukan untuk menggusur, tetapi hanya untuk menata tempat, mereka bersedia pindah sukarela tanpa syarat tambahan,” tutur Suryo. Direktur Pengelolaan dan Pemeliharaan Aset UGM Singgih Hawibowo mengatakan, tempat relokasi yang terdapat di antara Bank BNI dan gedung Gelanggang Mahasiswa tersebut telah dilengkapi sarana cuci piring dengan air mengalir, pengolahan sampah terpadu, dan tempat parkir. (IRE)

Telah dibuka

Setelah beberapa saat yang lalu terjadi demonstrasi penolakan relokasi pedagang kaki lima di seputaran boulevard Universitas Gajahmada, hari ini terlihat kesibukan para pedagang kaki lima berbenah di area relokasi tersebut. Rupa-rupanya telah terjadi kesepakatan antara pihak Rektorat dan para pedagang kaki lima tersebut.

foodcourt ugm di buka
foodcourt ugm di buka

Menurut salah satu pedagang selama tiga bulan mereka menempati lokasi tersebut tanpa dipungut biaya; itupun disertai dengan telah disediakannya gerobak-gerobak dagangan yang dibuatkan secara seragam oleh pihak Rektorat. Bahkan saat mereka berbenah mereka diberi ‘bonus’ oleh pihak rektorat berupa sejumlah uang sebagai pengganti karena liburnya mereka berdagang.

Jumlah gerobak pedagang kurang lebih ada 52 buah. Letaknya sedikit berdempetan; dengan masing-masing pedagang mendapat 2 buah gerobak dagangan.

Hari ini baru ada satu dua yang menggelar dan menjajakan dagangannya karena menurut salah satu pedagang; belum ada pengumuman yang jelas dari pihak rektorat; kapan mereka bisa mengoperasikan dagangannya.

Adapun nama area relokasi para pedagang yang kebanyakan berjualan es campur dan bakso tersebut terdengar sedikit keren yang barangkali menyesuaikan dengan lokasi yang berada di kampus elite tersebut; yakni FOODCOURT PLAZA CAMPUS.

Bagi warga Jogja yang sudah terbiasa membeli saat para pedagang tersebut berada di sekitar arah Bundaran UGM keutara; barangkali akan sedikit bingung karena disekitar tempat tersebut sudah tidak ada satupun pedagang yang mangkal dan sebagai gantinya hanya terlihat rambu-rambu larangan berjualan disekitar tempat itu.

Sebetulnya lokasi Foodcourt Plaza Campus tersebut tidaklah jauh dari lokasi “lama”, kalau dari arah Kantor Pos UGM Anda bisa menuju keutara maka akan langsung terlihat dengan jelas papan nama Foodcourt Plaza Campus berwarna biru

Untuk itu bagi Anda yang pingin membuktikan silahkan segera mengunjungi dan mencobanya dengan segala fasilitas kenyamanan yang baru …

( Tulisan ini boleh dianggap iklan; yang pasti bukan iklan terselubung seperti iklan politik; karena apa salahnya meng-iklankan secara gratis demi kesejahteraan masyarakat ekonomi lemah

Sumber:
http://cetak.kompas.com
http://www-jogjavaganza.blogspot.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s