Sate Karang, Kelezatan Khas Kotagede


Kenapa dinamai Sate Karang? Itu karena sate spesial ini dijajakan di pinggiran Lapangan Karang, Kotagede. Bila Anda awam dengan Kotagede dan ingin menjajal kenikmatannya, Sate daging sapi ini sudah dijual di Kotagede sejak Indonesia belum merdeka. Waktu itu namanya bukan Sate Karang dan masih dijajakan keliling Kotagede dengan pikulan oleh Mbah Karyo, generasi pertama yang berdagang sate sapi ini. Pada tahun 1984, sate keliling ini mulai parkir di pinggir Lapangan Karang sehingga mendapatkan labelnya yang sekarang ini.

Hebatnya, hingga generasi ketiganya saat ini, cita rasa sate legendaris ini tetap terjaga sesuai dengan resep paten Mbah Karyo berpuluh tahun yang lalu. Rasa asli sate ala Mbah Karyo yang empuk dan gurih ini dijamin akan menorehkan kenangan kelezatan yang mendalam di dalam hati anda. Tidak cukup sampai di situ, untuk melengkapi gempuran kenikmatan dari pinggir Lapangan Karang ini, lontong berkuah opor tempe (yang lagi-lagi kreasi Mbah Karyo) akan menjadi teman makan yang tiada duanya. Bumbu kacang sate yang pekat bereaksi dengan kuah opor yang encer menghasilkan perpaduan nuansa rasa manis-gurih dengan keharuman rempah yang khas.

Namun ternyata memang ada harga lebih yang harus dibayar untuk ketenaran dan popularitas. Saya takjub waktu mengetahui satu porsi sate sapi sepuluh tusuk ditambah lontong kuah membuat anda harus merogoh Rp 14.000 dari dompet. Warung sate karang ini buka dari pukul 17.00 hingga 22.30. Selamat Mencoba!!!

(Anastasia AH)

Source:kagakRibet.com

Iklan

Satu pemikiran pada “Sate Karang, Kelezatan Khas Kotagede

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s