SOAL LURAH SE-DIY TOLAK PILGUB ; Sultan: “Aspirasi Silakan, Mogok Jangan”


Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mempersilakan masyarakat menyampaikan aspirasinya terkait keistimewaan Propinsi DIY termasuk kedudukan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY. Karena itu, kalau para lurah dan pamong desa se-DIY yang tergabung dalam Paguyuban Ismoyo mendesak dan menuntut kepada berbagai pihak terkait, agar pengisian jabatan Gubernur dan Wagub DIY dilaksanakan melalui penetapan bukan pemilihan, Sultan HB X menyatakan tidak masalah. Yang penting, penyampaian aspirasi itu tidak bertentangan dengan hukum dan jangan sampai merugikan masyarakat atau kepentingan publik. Untuk itu, Sultan tidak setuju terhadap ‘ancaman’ para lurah dan pamong desa yang akan vakum kerja jika tuntutan mereka tidak direspons oleh Pemerintah Pusat maupun berbagai pihak terkait lainnya.

Lho kalau itu aspirasi silakan saja. Tapi masak terus pakai mogok? Kalau mogok kan masyarakatnya nanti yang dirugikan, ya jangan. Nggak usah pakai mogok, perkara ada aspirasi semacam itu, silakan saja. Yang namanya aspirasi ya boleh-boleh saja,” ujar Sultan HB X menjawab pertanyaan KR seputar pernyataan sikap para kades/ lurah se-DIY yang menghendaki penetapan Gubernur dan Wagub DIY serta menolak pemilihan, Senin (10/12) di Kepatihan Yogyakarta. Ditanya aspirasi tersebut sebaiknya disampaikan ke mana agar tepat sasaran, Sultan menyatakan, nanti kalau draft RUU Keistimewaan DIY sudah dibahas di DPR RI, tentunya DPR akan membentuk Pansus RUU Keistimewaan DIY.

 Sementara ketika ditanya tanggapannya secara pribadi sebagai Raja Kraton Yogyakarta, Sultan HB X dengan tegas tidak bersedia berkomentar. Kalau secara pribadi saya tidak punya komentar. Nggak, janganlah. Tapi kalau mereka menyampaikan aspirasi silakan,” ucap Sultan (Sumber: Kedaulatan Rakyat)

Penulis: jogjakini

Suka Traveling dan Jalan Jalan melihat hal baru