Arsip Kategori: Raja-Raja Mataram

Ketika Sri Sultan HB IX Jajan Es Puter di Stasiun Cikampek

Dalam kisah hidupnya di buku Tahta Untuk Rakyat, dr. A. Halim mengungkapkan bahwa suatu hari ia pernah bertugas mengantar tamu dari Yogya ke Jakarta yang merupakan pejabat penting, termasuk Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Ketika gerbong kereta berhenti sejenak di Cikampek, ia lantas melompat dari gerbong kereta dan bermaksud membeli minuman untuk para tamu, karena cuaca saat itu sedang panas-panasnya. Sri Sultan Hamengku Buwono IX kemudian bertanya, “Hei, Dok, mau ke mana?”. Baca lebih lanjut

Sri Sultan HB IX adalah Jenderal dan PNS Pertama Indonesia

Membicarakan Sri Sultan Hamengku Buwono IX memang tidak ada habisnya. Sosok  pemimpin bangsa yang akrab dipanggil “Sinuwun” atau :Ngarsa Dalem” ini  memang mempunyai banyak suri tauladan yang wajib dicontoh para pejabat yang  “katanya” ingin menjadi pemimpin. Sri Sultan HB IX adalah salah satu Sultan terbesar dari rangkaian dinasti  Mataram Islam. Setelah Sultan Agung Wafat mungkin Sri Sultan HB IX adalah  raja yang mempunyai catatan cemerlang dalam melawan penjajah dan utamanya  mendukung Republik Indonesia di awal kemerdekaan. Tidak hanya pemikiran,  dukungan finansial kepada republik juga diberikan. Baca lebih lanjut

1 abad Sultan HB IX: Ribuan Orang Berziarah di Imogiri

1 abad Sultan HB IX: Ribuan Orang Berziarah di Imogiri, Pelataran Astono Sapto Renggo di Komplek Makam Raja Yogyakarta di Pajimatan Imogiri Bantul penuh sesak  oleh masyarakat. Mereka menggunakan pakaian adat Jawa lengkap dengan membawa beberapa perlengkapan ziarah. Banyaknya warga yang hadir membuat karpet hijau yang menghampar di pelataran itupun tidak cukup untuk duduk. Baca lebih lanjut

Wafatnya Sri Sultan HB IX: Pelangi putih di atas imogiri

TEPAT pukul 08.30 buka gending berupa pukulan kendang/beduk berbunyi. Lalu gending Monggang dari gamelan Kiai Guntur Laut pun mulai mengalun. Iramanya kedengaran seperti meratap, menyayat sepi. Tanpa didahului pidato atau pengumuman sepatah kata pun, 14 prajurit Kopassus yang berbaret merah, berseragam loreng, pelan-pelan mengangkat jenazah Sultan Hamengku Buwono IX, yang sejak Jumat, sehari sebelumnya, disemayamkan di Bangsal Kencono Keraton Yogyakarta yang berkarpet merah itu. Payung kuning, yang semula dipasang di dekat peti jenazah pun dicabut, mengikuti prosesi. Lebih dari empat ribu pelayat yang hadir berdiri. Baca lebih lanjut