Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk ‘Kraton Yogyakarta’ Kategori

Kereta-Kereta Kraton Yogya

Pada masa lalu kendaraan yang digunakan oleh Kraton Ngayogyakarta, baik yang dipakai untuk kepentingan bepergian, perkawinan sampai untuk mengangkut jenasah, adalah jenis kendaraan yang disebut sebagai kereta. Jadi, pada masa itu, hanya kraton yang memiliki kereta, yang diberi nama bermacam-macam. Kereta-kereta tersebut bukan produksi Kraton Ngayogyakarta, atau warga negerinya, tetapi produksi dari negeri lain, diantaranya [...]

Untuk mentranslate bahasa

RAUT wajah sumringah memancar dari kedua calon pengantin Gusti Raden Ajeng Nurkamnari Dewi atau Gusti Dewi dan Yun Prasetyo SE MBA — selanjutnya akan bergelar KRT Purbodiningrat setelah resmi menikah pada 9 Mei 2008. Duduk di kursi di antara deretan keramik yang terpajang di Keraton Kilen Keraton Yogyakarta, di antara jepretan kamera, dalam acara konferensi pers [...]

Untuk mentranslate bahasa

Bangsal Manguntur Tangkil

Bangsal Manguntur Tangkil terdapat di tengah bangsal besar yang megah yang bernama Siti Hinggil.Bangsal ini berukuran lebih kecil dengan tiang ukiran berwarna keemasan. Fungsi dari bangsal ini sebagai tempat penobatan Sultan-Sultan Yogyakarta. Terakhir digunakan untuk penobatan HB X pada 7 Maret 1989. Di dalam bangsal tersebut terdapat sebuah kursi berwarna emas, yaitu Dampar Kencono. [...]

Untuk mentranslate bahasa

Pusaka Kraton Yogyakarta

Di lingkungan kraton Yogyakarta dikenal ada beberapa jenis pusaka, diantaranya: senjata berupa tombak, keris, regalia, ampilan, panji-panji, gamelan dan kereta. Pusaka-pusaka yang disebut sebagai “Kagungan Dalem” itu biasanya mempunyai nama, dan mempunyai gelar kehormatan seperti Kangjeng Kyai atau Kangjeng Nyai, bahkan Kangjeng Kyai Ageng untuk pusaka yang dipercaya mempunyai kekuatan magis paling besar. Pusaka kraton [...]

Untuk mentranslate bahasa

Prajurit Kraton Yogyakarta

Prajurit Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dibentuk pada masa pemerintahan Hamengkubuwono I sekitar abad 17. Tepatnya pada tahun 1755 Masehi. Prajurit yang terdiri atas pasukan-pasukan infanteri dan kavaleri tersebut sudah mempergunakan senjata-senjata api yang berupa bedil dan meriam. Selama kurang lebih setengah abad pasukan Ngayogyakarta terkenal cukup kuat, ini terbukti ketika Hamengkubuwono II mengadakan perlawanan bersenjata menghadapi [...]

Untuk mentranslate bahasa

Baluarti dan Pojok Beteng

Sejarah
Baluwarti dapat diartikan sebagi tembok tinggi yang mengelilingi komplek kraton yang berfungsi sebagi penahan serangn musuh. Dinding ini dibangun atas prakarsa Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamangku Negoro yang kelak menjadi Hamengkubuwono II pada 1785-1787. Dinding ini melingkari kota tua beserta istana di dalamnya dengan luas kira-kira 3,5 mil persegi.Baluwerti memanjang dari Alun-alun Utara ke [...]

Untuk mentranslate bahasa

Tulisan yang Lebih Tua »