Sentra Gudeg Jogja


Gudeg (bahasa Jawa gudheg) adalah makanan khas Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan dan dibumbui dengan kluwek. Perlu waktu berjam-jam untuk membuat masakan ini. Warna coklat biasanya dihasilkan oleh daun jati yang dimasak bersamaan. Gudeg dimakan dengan nasi dan disajikan dengan kuah santan kental (areh), ayam kampung, telur, tahu dan sambal goreng krecek.Ada berbagai varian gudeg, antara lain:

  1. Gudeg Kering, yaitu gudeg yang disajikan dengan areh kental, jauh lebih kental daripada santan pada masakan padang.
  2. Gudeg Basah, yaitu gudeg yang disajikan dengan areh encer.
  3. Gudeg Solo, yaitu gudeg yang arehnya berwarna putih. (id.wikipedia.org)

Harga rata-rata gudeg variatif, mulai dari Rp 20.000,- sampai Rp 100.000,-, tergantung lauk yang dipilih dan jenis kemasannya. Bahkan ada yang menawarkan paket hemat Rp 5.000, dengan lauk tahu, tempe, dan telur.

Sentra Gudeg di Jogja:

1. Wijilan
Warung gudeg yang berderet di sebelah selatan Plengkung Tarunasura Kraton Jogja (Plengkung Wijilan) ini memiliki sejarah panjang. Ibu Slamet adalah orang pertama yang merintis usaha warung gudeg di tahun 1942. Beberapa tahun kemudian warung gudeg di daerah itu bertambah dua, yakni Warung gudeg Campur Sari dan Warung Gudeg Ibu Djuwariah yang kemudian dikenal dengan sebutan Gudeg Yu Djum yang begitu terkenal sampai sekarang.

Gudeg Wijilan

Gudeg Wijilan

Ketiga warung gudeg tersebut mampu bertahan hingga 40 tahun. Sayangnya, tahun 1980’an Warung Campur Sari tutup. Baru 13 tahun kemudian muncul satu lagi warung gudeg dengan label Gudeg Ibu Lies. Dan sampai sekarang, warung gudeg yang berjajar di sepanjang jalan Wijilan ini tak kurang dari sepuluh buah.

Nama-nama yang terkenal di sepanjang tempat ini adalah Bu Slamet, Bu Hj Lies, Yu Djum, Yu Narni, dan Ibu Hj Haryanto

2. kawasan Barek

Gudeg Barek

Gudeg Barek

Gudeg Mbarek Gudeg Barek, Gudeg-nya Yogya   Sebelah utara UGM, berderet rumah di Kampung Barek. Warga di tempat ini memang ada yang berjualan gudeg sejak tahun 1980-an. Kini, semakin ramai dan terkenal rumah yang menjadi tempat jualan kini sudah menjadi rumah makan yang representatif.             Nama-nama gudeg yang ada dan menjadi trade mark gudeg Jogja di Kampung Mbarek adalah  Yu Jum, Yu Narni dan Bu Hj Ahmad.  Kini gudeg Barek  menjadi seperti makanan sekaligus khas Yogyakarta. Gudeg sebagai oleh-oleh juga bisa bertahan sampai 24 jam lebih. Biasanya dikemas dalam kendil dan berisi ayam kampung dan beberapa telur. Pilihan bisa ayam utuh. Bisa juga sepotong paha, menthok, atau bagian lainnya. Harganya berkisar dari Rp 100.000,00 sampai Rp 125.000,00 untuk sekendilnya.

3. Gudeg Pawon

Gudeg Pawon

Gudeg Pawon

Terletak di Jalan Janturan Nomor 36-38 Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta, dimilili oleh Prapto Widarso (72). Sebenarnya apa yang tersaji tidak berbeda dengan gudeg yang dijual di tempat lain. ”Ya, gudeg seperti biasa saja tidak ada yang berbeda,” ujar Bambang, menantu Mbah Prapto, yang delapan tahun terakhir ikut terjun di pawon.
Gudeg yang dijual Mbah Prapto adalah jenis gudeg basah yang merupakan perpaduan rasa manis dan gurih. Proses pembuatannya berbeda dengan gudeg kering yang umumnya dimasak lama dengan lauk dibacem agar bisa tahan lama. Adapun gudeg basah disajikan dengan lauk berkuah yang segar.

4. Gudeg Juminten
Terletak di Poncowinatan. Bisa di te,puh melalui tugu kebarat lalu belok kekanan. Kalau ini gudeg-nya manis banget, Orang terkenal yang suka Gudeg ini antara lian: Megawati, Sultan HB X, Pakualam VII.

5. Gudeg Bu Citro
Terletak di depan Jogja Expo Centre di Janti, perpaduan Gudeg basah dan kering terkenal sebagai Gudeg kelas atas.

6. Gudeg Batas Kota
Terletak di tugu  batas kota, depan Hotel Saphire
Harga terjangkau, Bukan hanya gudeg, tapi kita bisa memadukannya dengan  bakmi goreng dan cap jay jawa.

7. Gudeg Permata
Terletak didepan bioskop Permata, dekat Bakmi Kadina tau cabangnya disebelah utara Galeria Mall(dengan tempat yang lebih bersih).  Termasuk gudeg basah juga.

8. Gudeg Pasar Sapi
Terletak di Kuncen atau jal Hos Cokroaminoto. Disebut Gudeg pasar sapi karena dulu memang terletak di Pasar Sapi.

About these ads

5 thoughts on “Sentra Gudeg Jogja

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s