Monggo, Coklat Unik dari Jogja


Ada cokelat unik di Yogyakarta buatan pria bule. Namanya, Cokelat Monggo. Rasanya pas, kemasannya pun sangat khas Kota Gudeg. Awal kisahnya, di tahun 2001, seorang pria asing asal Belgia bernama Thierry Detournay, berkunjung ke Yogya. Sebagai warga Belgia yang doyan cokelat berkualitas tinggi, Thierry kesulitan mencari cokelat yang memenuhi seleranya.

Coklat Monggo: camell

Coklat Monggo: camell

Coklat Monggo: dark

Coklat Monggo: dark

Mulailah Thierry membuat cokelat. Dari jenis truffle sampai cokelat-cokelat kecil. “Teman-teman bilang, cokelat buatan saya enak dan belum pernah mencoba cokelat seperti itu. Di Belgia, saya pernah ikut pelatihan meracik cokelat dengan ahlinya,” ujar Thiery yang fasih berbahasa Indonesia.

Belakangan, ia bertemu Edward Riando Picasauw alias Edo dan sepakat menekuni bisnis cokelat. “Modalnya cuma Rp 150 juta,” kenangnya. Mereka sempat berjualan pakai Vespa di halaman gereja sebelum akhirnya membuka toko.

Tak disangka, jualan mereka laku. “Akhirnya kami bikin CV Anugerah Mulia dan memakai label Cokelat Monggo.” Nama itu sengaja dipilih karena gampang diingat dan sangat familiar untuk masyarakat Indonesia.

Konsep memadukan cita rasa Barat dan Timur itu ternyata sukses dijalankan Thierry dan Edo. Salah satu produk unggulan Cokelat Monggo adalah Dark Chocolate.

“Kami menggunakan 58 % kokoa tanpa campuran minyak nabati, supaya rasanya benar-benar cokelat.” Aneka variasi pun dibuat. Salah satunya praline yang diberi kacang mete karena di sini susah mendapatkan hazelnut atau walnut.

Ayah satu putri ini memastikan, kualitas cokelat racikannya tidak kalah bersaing dengan yang asal Eropa, yang terkenal sangat nikmat. “Kami bikin tanpa bahan pengawet, semua alami. Prosesnya juga berbeda. Tidak semua orang bisa melakukan.”

Saat ini, setiap hari Thierry dibantu 55 karyawan dan bisa memproduksi hingga 1.000 buah cokelat, baik untuk bentuk batangan maupun kemasan khusus. Semua adonan masih dikerjakan sendiri oleh pria yang menikah dengan wanita asal Solo tersebut.

Proses pengerjaan masih dilakukan Thierry dengan cara manual. Semua cokelat diproduksi di sebuah rumah kecil di kawasan Kotagede. Keunikan lain dari kreasi Thiery terletak pada kemasannya. Mengusung konsep eco-friendly, cokelat dikemas dengan kertas daur ulang berdesain khas.

“Kami punya desainer grafis sendiri. Konsepnya sederhana, mungkin karena Yogya sekali. Kalau di Jakarta, kemasannya lebih mewah sementara untuk pasar Bali, gambarnya penari Bali,” ujar Thiery yang juga menerima pesanan khusus semisal untuk suvenir pernikahan, Natal atau Valentine. (Yeta Angelina)

Nb: Kisaran harga mulai Rp.10 ribu hingga Rp. 20 ribu.

Sumber:
http://kompas.co.id/read/xml/2009/01/06/10543767/monggo.coklat.unik.dari.jogya Terbit: Selasa, 6 Januari 2009

Foto:

http://www.chocolatemonggo.blogspot.com/

About these ads

33 gagasan untuk “Monggo, Coklat Unik dari Jogja

  1. sabdalangit

    wah, sae sanget punika, nguri uri kabudayan Jawi khususipun kabudayan Ngayogyakarta. Mugi saget dados cagar kabudayan Jawi lan nglestantunaken kearifan lokal.

    Rahayu, karaharjan

    sabdalangit’s web

    Balas
      1. rian

        Mas nugroho, saya mau tanya, apakah di CV. Anugerah Mulia sendiri mengadakan kursus pembuatan cokelat bagi orang yang ingin belajar buat cokelat.
        jika ada, kursus nya membutuhkan waktu berapa lama dan memerlukan biaya berapa?
        terima kasih sebelumnya atas tanggapannya.

  2. Henny Nurafni

    Mas,aku kan kebetulan ikut suami kuliah di yogya kapan2 aku boleh kan liat dan foto2 di pabrik coklatnya. Teman2ku pada sibuk bgt loh pingin nyicipin coklat monggo, nah aku pinginnya beli langsung ke pabriknya bisa kan?

    Balas
  3. edy liestanto

    Boss coklat monggo Pak Tierry yth, saya akan ajak ibu2 penggemar dan pengagum coklat ke Toko Bapak untuk membuktikannya.

    Balas
  4. nikolass

    kalau mau pesan kirim jakarta minimal ?, ongkos kirim ? (pakai paket yang tidak mahal dan barang tidak rusak/lumer) banknya apa ?, setelah transfer bagaimana. thanks u

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s