Desa Tanjung, Sleman; Wisata Sambil Belajar


Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman, kini tengah mengembangkan berbagai objek wisata baru, yang bisa dijadikan alternatif pendukung bagi objek-objek wisata yang sudah ada. Salah satu objek yang kini tengah digarap oleh pemda setempat adalah dengan membuat desa-desa wisata.

Salah satu desa wisata yang tidak pernah sepi dari kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara adalah Desa Tanjung, yang terletak di lereng Gunung Merapi, atau tepatnya 11 kilometer ke arah utara Yogyakarta. Desa ini diresmikan sebagai desa wisata pada 11 Juli 2001. Selain Desa Tanjung, desa lain yang bisa dijadikan alternatif kunjungan adalah Desa Sambi, Desa Trumpon, dan Desa Gamplong.

Apa yang menarik dan bisa dinikmati oleh para pelancong ketika berada di desa? Jawabnya sangat banyak. Khusus untuk Desa Tanjung, apabila sudah berada di sana, warga setempat atau tepatnya pengurus desa wisata mempunyai 25 program yang bisa diikuti oleh para wisatawan yang menginap di sana. Keikutsertaan dalam program itu diserahkan kepada masing-masing peserta tur. Ada belajar kesenian, mengolah tanah, membatik, hingga belajar soal arsitektur rumah Jawa.

Menurut Ketua Desa Wisata Tanjung, Djamhari, selain proses belajar mengajar kesenian tradisional, yang menarik di sana adalah sebuah rumah Joglo yang usianya sudah lebih dari 200 tahun. Rumah itu oleh warga setempat disebut Joglo Tanjung. Dulunya, kata Djamhari rumah itu biasa digunakan oleh pemimpin desa atau lurah untuk melakukan berbagai aktivitas pemerintahan desa.

Namun saat ini rumah tersebut dijadikan sebagai bahan atau objek untuk mempelajari sejarah serta arsitektur Jawa oleh para turis domestik maupun turtis mancanegara. Hingga kini bagian-bagian d irumah tersebut masih bisa dikatakan lengkap mulai dari pendopo, pringgitan, ndalem, senthong, dan gandok serta ornamen-ornamen kuno yang masih terpelihara dengan sangat baik

Ketika ditanya kenapa desa ini yang dipilih oleh Pemda Sleman? Menurut Djamhari, karena di desa ini suasana gotong royongnya masih sangat kental, selain itu warga desa pada hari-hari tertentu khususnya pada malam bulan purnama melakukan berbagai aktivitas di malam hari. Anak-anak dolanan, para gadis menari angguk dan pekbung, para jejaka menari jathilan, dan orang tua bermain cokekan, melantunkan shalawat nabi, dan hadroh.

Berkunjung ke desa berpenduduk 1.600 jiwa itu menurut Purwanto, salah seorang pengurus desa wisata itu, di desa yang terdiri dari tiga pedukuhan yakni Banteran, Bakalan, dan Bantarjo itu, tiap orang hanya dikenakan biaya Rp 40.000 per hari. Biaya tersebut sudah termasuk biaya makan 3 kali sehari (sekali makan Rp 5.000).

”Mereka yang akan menginap ditempatkan di rumah-rumah penduduk. Dari 320 rumah penduduk 40 di antaranya disewakan. Perihal biaya yang Rp 40.000, Rp 20.000 diserahkan kepada pemilik rumah, Rp 15.000 untuk biaya makan per hari, dan sisanya yang Rp 5.000 untuk kas desa,” kata Purwanto.

Sedangkan soal berbagai pelatihan seperti membatik, dan kesenian tradisional, para wisatawan akan dikenakan biaya tambahan khusus. ”Nominalnya tergantung pada objek apa yang akan dipelajari. Kalau membatik hanya Rp 20.000 per-orang/2 jam, sedangkan untuk belajar tari klasik hanya Rp 5.000 per-orang/2 jam,” tambah Purwanto.

Sejak diresmikan sebagai desa wisata, pada 1 Juli 2001, wisatawan yang datang ke Desa Tanjung sangat beragam. Mulai dari wisatawan mancanegara hingga pengunjung dari daerah lain. Biasanya mereka datang pada Jumat malam, dan pulang pada Minggu pagi. Bagi mereka dua hari berada di desa ini sudah cukup untuk sedikit belajr tentang batik dan sejarah Jawa kuno tempo dulu. (rn)

source: www.perempuan.com

 

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s