Alun Alun Utara


Sejarah

Dalam tata ruang arsaitektur kraton di Jawa, khususnya keraton-keraton setelah masuknya agama Islam, dapat dikatakan bahwa semuanya memiliki bagian/tempat yang disebut alun-alun. Alun-alun berasal dari kata Alun yang berarti pergerakan air yaitu melambangkan pergerakan maupun dinamisnya kehidupan. Alun-alun adalah bagian dari keraton yang merupakan tempat terbuka dan luas yang terletak di depan maupun di belakang keraton. Alun-alun, sebagai tempat yang luas dan terbuka digunakan untuk berbagai keperluan seperti sodoran, rampogan macan, latihan ketangkasan dan ketahanan mental bagi prajurit, upacara-upacara kebesaran, pepe ‘berjemur’ untuk menghadap raja, dan sebagainya. Di alun alun utara terdapat dua buah beringin. Pada saat meningggalnya Sri Sultan HB IX, salah satu pohon beringin bernama Kyai Jayandaru roboh.

Alun-alun Lor

Secara fisik Alun-alun ini adalah tanah lapang berbentuk persegi/bujursangkar berumput (aslinya berpasir) dikelilingi oleh tembok yang cukup tinggi. Sekarang tembok ini tidak kelihatan lagi kecuali di bagian timur sisi selatan. Di pinggir alun-alun ditanami pohon beringin dan ditengah-tengahnya terdapat dua pohon beringin yang diberi pagar. Tanaman ditengah lapangan ini disebut dengan Ringin Kurung.  Pada zaman kerajaan hanya Pepatih Dalem (Chief of Adminstrative Officer) yang boleh melewati/berjalan di antara pohon beringin yang dipagari ini. Pejabat lain apalagi rakyat tidak diperbolehkan melewatinya dan harus berjalan memutar. Tempat ini pula yang dijadikan arena rakyat duduk untuk melakukan Tapa Pepe (secara harfiah berarti menjemur diri) sebagai bentuk keberatan atas kebijakan pemerintah (zaman sekarang mungkin disebut sebagai demonstrasi). Pejabat Tinggi di istana bahkan kalau perlu Sultan sendirilah yang akan menerima mereka untuk mendengarkan segala keluh kesah. Peristiwa terakhir konon terjadi pada zaman Hamengkubuwono VIII ketika rakyat tidak sanggup untuk membayar pajak yang ditetapkan oleh Pepatih Dalem bersama Gubernur Belanda.(nug: dari berbagai sumber)

About these ads